JAKARTA-Habiburrahman el Shirazy atau biasa disapa Kang Abik secara resmi meluncurkan novel “Ayat-Ayat Cinta 3: Cintaku di Gaza” di Panggung Utama Indonesia Internasional Book Fair 2026, JICC Senayan Jakarta, Ahad (4/10/2026).
Launching novel yang diterbitkan oleh Terra Pustaka itu berlangsung meriah dengan dipandu oleh wartawan senior, Irwan Kelana.
“Sebenarnya saya sudah menulis Ayat-Ayat Cinta 3 itu dengan setting di Amerika. Dengan harapan bahwa pemuda-pemuda di Indonesia tidak minder dengan bangsa lain. Saya melihat sendiri banyak orang Indonesia yang tidak hanya menjadi pelajar di negara lain, tapi justru menjadi pengajar dan menjadi guru besar di kampus luar. Jadi cerita awalnya itu Fahri menjadi guru besar di Amerika,” ungkap Kang Abik saat ditanya alasan Ayat-Ayat Cinta 3 mengambil latar di Gaza.
“Namun, saya mulai kepikiran dengan apa yang terjadi di Gaza. Saya takut dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat: kamu adalah penulis, apa yang telah kamu lakukan untuk saudara-saudaramu di Gaza, di Palestina?”
Kang Abik melanjutkan, “Novel Ayat-Ayat Cinta sangat spesial bagi saya. Saya mencintai semua karya saya, tetapi Ayat-Ayat Cinta ini spesial. Oleh karenanya, yang spesial ini saya khususkan menulis tentang Gaza.”

Lalu bagaimana dengan kisah cinta Fahri dan Aisyah? Moderator mengajukan pertanyaan yang mungkin juga paling ditunggu oleh para pembaca.
“Fahri dan Aisyah terpisah di Gaza. Fahri meneliti manuskrip-manuskrip di Gaza. Ternyata, Gaza memiliki manuskrip yang kaya nilai sejarah. Namun, genosida yang terjadi tidak hanya menghancurkan manusia dan bangunan, tetapi juga manuskrip-manuskrip itu…. Oh ya, Aisyah hamil. Kenapa bisa? Baca selengkapnya di novel,” kata Kang Abik dengan sedikit tertawa.
Acara launching buku juga menghadirkan Muhammad Husein Gaza, aktivis kemanusiaan yang lama menetap di Gaza. Husein Gaza adalah orang yang sering dimintai pendapat oleh Kang Abik saat menulis novel tersebut.
“Semua yang ditulis Kang Abik tentang Gaza benar adanya. Saya meneteskan air mata saat pertama kali membaca draft naskah ini,” tuturnya. Husein Gaza juga berharap semua orang peduli dengan nasib Gaza dan Palestina.
Acara ditutup dengan tanya jawab peserta dan sesi book signing untuk para penggemar Ayat-Ayat Cinta. []
