Jarwil Pojok

FLP Banten di Antara TBM dan Media

Ahad, 1 Juli 2018. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bersilaturrahim ke FLP Banten. Berkali-kali merancang jadwal untuk jumpa Ketua FLP Banten beserta struktur wilayahnya, namun belum juga mendapatkan keluangan waktu. Rupanya Allah memberikan jalannya pasca Iedul Fitri. Sepekan setelah lebaran dan selesai agenda mudik, tak sengaja melintas di layar ponsel saya poster digital undangan Halal Bi Halal FLP wilayah Banten yang diunggah oleh akun instagram flpoke. Undangan terbuka untuk seluruh pengurus FLP se-wilayah Banten, bertempat di Jl Ciwaru Raya, Komplek Pondok Citra I, Serang – Banten. Saya pun langsung meniatkan untuk bertolak ke Serang. Memang sejak awal saya punya tekad untuk menyempatkan diri sesegera mungkin bersilaturrahim dengan rekan-rekan FLP Banten. Sebagai wilayah yang berbatasan dengan ibukota, maka harus lebih bisa disempatkan daripada wilayah-wilayah lainnya.

Sengaja tidak mengabari teman-teman di Banten. Karena sudah beberapa kali saya hendak menjadwalkan jumpa, namun belum juga luang. Sehingga saya tak ingin teman-teman menunggu, sementara saya juga belum tahu akan sampai di sana atau tidak. Alhamdulillah, setelah berhitung waktu perjalanan dan bertanya beberapa alternatif armadanya, saya dapat sampai di lokasi pertemuan meskipun lewat satu jam dari jadwalnya. Namun acara memang belum dimulai. Masih menunggu yang sedang perjalanan. Selain juga, masih menunggu masakan siap dihidangkan. Rupanya, acaranya sungguh-sungguh halal bihalal syawalan, dimulai dengan makan bersama. Makan beralaskan daun pisang yang langsung diambil di kebun dan digelar di pelataran musholla, berlaukkan ikan asin, diimbuhi tempe dan tahu, serta pelengkapnya sayur asem. Tak ketinggalan sambal dan kerupuk. Semua itu, disajikan langsung oleh Ketua FLP Banten, teh Fey Chandra.

Setelah jeda shalat Dzuhur, orbolan lanjut terkait ke-FLP-an. Ketua FLP Banten menyampaikan bahwa struktur wilayah dan lima cabang di bawahnya sesungguhnya dalam kondisi krisis SDM. Sehingga sekarang fokus menggerakkan wilayah dan menarik seluruh SDM cabang untuk digiatkan di wilayah. Bahkan Tralis (Training Menulis) sebagai sarana rekruitmen yang biasanya dilakukan oleh cabang, tahun ini diadopsi oleh wilayah menjadi Kalis (Kelas Menulis). Dengan pertimbangan cabang saat ini tidak memungkinkan untuk mengadakan rekruitmen, maka wilayah-lah yang menyelenggarakannya. Sebenarnya, FLP Banten menyimpan banyak nama besar, khususnya di jajaran Penasehat maupun Pembinanya. Namun terkait kepengurusan eksekutif yang menjalankan fungsi-fungsi teknis, memang terbatas SDM-nya. Baik secara jumlahnya, maupun secara keterlibatannya karena dibatasi kesibukan harian lainnya.

Namun demikian, FLP Banten terus berusaha mempertahankan kehadirannya di dunia literasi Banten. Terlebih kang Imam Salimy, staff Divisi Advokasi BPP FLP yang berada di FLP Banten, juga terus mendampingi. Dan bila ditelisik dari rekan-rekan yang hadir dalam halal bihalal itu saja, kita bisa mendapati potensi-potensi di lingkungan FLP Banten. Yang saya bahasakan sebagaimana judul tulisan ini, bahwa FLP Banten berada di antara TBM dan Media. Itu potensi luar biasa!

Ada Rumah Dunia yang bisa jadi rekanan pengembangan TBM, bahkan Presiden Rumah Dunia saat ini adalah Ahmad Wayang yang merupakan salah satu staff Divisi Humas dan IT FLP Banten. Selain itu, salah satu anggota baru dari 20 orang yang baru dilantik juga seorang pengurus sebuah TBM di Banten. Ditambah lagi adanya beberapa pengurus yang aktivitasnya sebagai pengajar. Bahkan Kordiv Kaderisasi dan Jaringan Cabang-nya, teh Abay Kusnalia memimpin sebuah sekolah. TBM dan lembaga pendidikan adalah dua entitas yang bisa dikelindankan. Itu pula rancangan dalam peta jalan Jarwil, menautkan Rumah Cahaya (TBM-nya FLP) pada lembaga pendidikan dengan pilar Guru-Siswa-Perpustakaan.

Sementara terkait Media, FLP Banten menyimpan SDM yang aktif di media lokal. Ada Muhammad Tohir –staff Divisi Humas dan IT FLP Banten- di Baraya Post, dan Kang Hilal selaku Pembina FLP Banten di Radar Banten. Atau Sekretaris-nya, Yuni Astuti, yang saat ini aktif menulis skenario bersama kang Imam dan kang Langlang Randhawa (Kordiv Advokasi FLP Banten). Dengan demikian, FLP Banten bisa fokus pada lembaga pendidikan sebagai objek rekruitmen anggota, TBM sebagai peran kehadiran FLP dan media sebagai syiar FLP.

 

Jakarta, 26 Juli 2018

Irfan Azizi
Koordinator Divisi Jarwil BPP

Related posts

Empat Tips Menulis Buku

Yanuardi Syukur

Konde Nenek

Sri Widyastuti

Mengadili Pembaca

Wildan Nugraha

Leave a Comment