Kamis, November 5Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Gelar Living Room Talks, Sinergi Perpustakaan UIN Jakarta, FLP Ciputat, UKM FRESH, dan Penerbit Sigma dalam Bedah Novel Secangkir Kopi Terakhir Ayah Karya Prof. Jajang Jahroni

CIPUTAT, TANGERANG SELATAN — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Ciputat, UKM FRESH UIN Jakarta, serta Penerbit Sigma menyelenggarakan diskusi sastra dan akademik bertajuk Living Room Talks: Bedah Buku Secangkir Kopi Terakhir Ayah pada Kamis (15/10/2026). Bertempat di Auditorium Lantai 7 Gedung Perpustakaan Pusat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kegiatan yang mengusung tema “Secangkir Kopi: Sejarah, Cinta, dan Perjuangan” ini menghadirkan langsung sang penulis, Prof. Drs. Jajang Jahroni, M.A., Ph.D., untuk mengupas proses kreatif serta pesan filosofis di balik karyanya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh sivitas akademika dan pegiat literasi. Tercatat sebanyak 160 peserta mendaftarkan diri dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terutama Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Fakultas Ushuluddin (FU), dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), kader FLP, dan masyarakat umum. Jumlah ini melampaui target estimasi awal panitia yang semula diproyeksikan untuk 60 hingga 100 peserta.

Gelar Living Room Talks, Sinergi Perpustakaan UIN Jakarta, FLP Ciputat, UKM FRESH, dan Penerbit Sigma dalam Bedah Novel Secangkir Kopi Terakhir Ayah Karya Prof Jajang Jahroni

Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (Widya Lailatussadiyah dan Deki), diawali pembacaan doa oleh Muhammad Sahal, serta sambutan dari jajaran pimpinan dan kolaborator, di antaranya Kepala UPT Perpustakaan UIN Jakarta Agus Rifai, S.Ag., S.S., M.Ag., Ph.D., perwakilan Penerbit Sigma Syafawi Ahmad, Ketua Umum FLP Cabang Ciputat Alief Fikri Nurham, Ketua UKM FRESH Mustika Pertiwi, dan Ketua Pelaksana Hestiningtyas Jayantri Hariyanto.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Hestiningtyas Jayantri Hariyanto menyampaikan bahwa format Living Room Talks dipilih untuk mencairkan sekat formalitas diskusi akademik sehingga tercipta ruang perjumpaan intelektual yang hangat dan reflektif antara penulis, akademisi, dan mahasiswa.

“Melalui Living Room Talks ini, kami ingin menghadirkan ruang dialektika yang akrab layaknya berbincang di ruang keluarga. Buku Secangkir Kopi Terakhir Ayah tidak hanya menyuguhkan keindahan narasi sastra, tetapi juga menyimpan rekaman sejarah sosial, keteguhan cinta keluarga, dan daya juang lintas generasi yang sangat relevan bagi mahasiswa hari ini,” ujar Hestiningtyas.

Bedah Novel Secangkir Kopi Terakhir Ayah Karya Prof Jajang Jahroni

Senada dengan hal tersebut, Kepala UPT Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Agus Rifai, S.Ag., S.S., M.Ag., Ph.D., mengapresiasi sinergi antara perpustakaan perguruan tinggi, komunitas kepenulisan nasional, organisasi kemahasiswaan, dan industri penerbitan dalam menghidupkan ekosistem literasi kampus.

“Perpustakaan kampus bukan sekadar tempat penyimpanan koleksi buku, melainkan ruang hidup tempat gagasan dipertemukan dan didiskusikan. Kehadiran karya fiksi-sejarah dari akademisi UIN Jakarta seperti Prof. Jajang Jahroni membuktikan bahwa ketajaman riset ilmiah dapat disampaikan secara menyentuh melalui medium karya sastra,” tutur Agus Rifai.

Memasuki sesi inti yang dipandu oleh moderator Mustika Pertiwi, Prof. Drs. Jajang Jahroni, M.A., Ph.D. memaparkan materi bertajuk “Anatomi Tragedi dan Kebangkitan dalam Secangkir Kopi Terakhir Ayah”. Dalam paparannya, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut menguraikan bagaimana simbol “secangkir kopi terakhir” menjadi metafora atas kehangatan, perpisahan, sekaligus warisan nilai perjuangan seorang ayah di tengah pusaran perubahan sosial dan sejarah Indonesia.

Diskusi berlangsung hidup dengan berbagai pertanyaan kritis yang diajukan peserta. Pertanyaan peserta menyoroti tantangan terbesar mengonversi fakta sejarah menjadi fiksi yang bernyawa, dampak psikologis bagi pembaca yang merindukan figur ayah, hingga kiat praktis memulai penulisan novel di tengah kesibukan akademik.

Selain sesi bedah buku, kemeriahan acara dilengkapi dengan Bazar Buku Perpustakaan UIN Jakarta bersama Penerbit Sigma dengan potongan harga khusus 15% bagi pengunjung, serta pembagian paket doorprize menarik bagi peserta terbaik. Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama seluruh peserta serta jajaran panitia.

 

Tentang Penyelenggara (Boilerplate)

Living Room Talks 2026 merupakan program kolaborasi literasi antara UPT Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN GoLibrary), Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Ciputat, UKM FRESH UIN Jakarta, dan Penerbit Sigma. Program ini bertujuan menjembatani wacana akademik dan karya kreatif sastra guna memperkuat budaya baca-tulis di lingkungan perguruan tinggi dan masyarakat luas.

Penulis: Hestiningtyas Jayantri Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This