Minggu, September 20Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Tips Menulis Artikel, Afifah Afra: Akhiri dengan Denting Bukan Titik

SOLO-Mensikapi daya baca masyarakat yang semakin rendah diperlukan kreativitas dalam membuat sebuah karya tulisan. Tujuannya tak lain agar masyarakat semakin tertarik dengan karya tulisan kita dari paragaf pertama hingga akhir.

Hal itulah yang manjadi salah satu pembahasan di acara diskusi kepenulisan Solo Literacy Festival yang diadakan di Rumah Kebudayaan Dalem Djojokoesoeman, Solo, Kamis (17/9/2026).
Hadir sebagai pembicara Yeni Mulati atau lebih dikenal dengan nama pena Afifah Afra yang membahas panjang lebar tentang tips menulis artikel populer.

“Pertama yang perlu diperhatikan adalah penulisan tentang tema yang dekat tetapi punya makna. Harus pas sesuai dengan kebutuhan pembaca atau releated dengan kondisi saat ini,”ujarnya.
Buat judul yang mengundang klik tapi jangan klik bait (menipu) buatlah selain itu juga diperlukan hook (pengail) yang membuat pembaca tertarik.

“Kondisi saat ini banyak pembaca yang tidak sabar dalam membaca naskah utuh. Usahakan di paragraf pertama sudah memuat daya tarik, mengundang pertanyaan, dialog. Hook penting tapi jangan sampai mengganggu karya yang lainnya,”tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut penulis 68 judul buku tersebut juga menagaskan, penulis diharapkan membuat naskah dengan gaya populer bercerita bukan berkotbah.

“Kita mengajak orang untuk percaya atau mau mengikuti deskripsi kita. Tujuannya adalah orang percaya dengan gambaran kita,”ungkapnya.

Di akhir pemaparannya Afifah Afra berpesan agar para penulis pemula artikel populer dalam membuat karyanya diusahakan dengan ending yang menarik.

“Akhiri dengan denting bukan dengan titik. Denting itu ada sesuatu yang terngiang-terngiang atau ada kesan yang ditinggalkan,”pungkas Direktur PT Indiva Media Kreasi.
Tak hanya pemaparan semata, acara tersebut juga diadakan sesi tanya jawab bagi peserta yang hadir.

Trias mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, menyakan terkait etika cara penulisan artikel populer.

Afifah Afra menjelaskan bahwa seorang penulis harus mempunyai etika, misal kita menulis tentang narkoba dengan menyamar (pola investigasi) tentu tidak boleh ditulis apa adanya karena akan berdampak pada hukum yang ada.

“Contoh lainnya saat menulis sebuah berita pelecehan seksual, beritapun tetap harus menyembunyikan identitas seperti menyebut nama-nama korban dengan istilah lain seperti bunga atau mawar,”katanya.

Selain bincang literasi, Solo Literacy Festival 2026 yang digelar selama selama tiga hari, 17 hingga 19 September 2026 juga disemarakkan dengan acara lain seperti pameran & bazar buku, diskusi & pemutaran film, bazar UMKM, temu komunitas literasi serta pertunjukan musik dan seni. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This