Aceh Tamiang — Relawan Forum Lingkar Pena (FLP), Saudari Amiris Sholihah, berkolaborasi dengan Alu Shams Care mengadakan kegiatan Psikososial bagi 16 santriwati Pondok Pesantren Darul Mukhlisin yang terdampak banjir di Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Januari 2026, sebagai upaya mendukung pemulihan emosional, mental, dan spiritual para santriwati pascabencana banjir.
Dalam kegiatan tersebut, para santriwati diajak untuk menuliskan pengalaman mereka saat melewati ujian banjir, mengekspresikan rasa takut, cemas, hingga harapan, serta menemukan hikmah di balik peristiwa yang dialami.
Metode menulis dipilih sebagai media refleksi dan terapi, agar para santriwati mampu memaknai musibah tidak semata sebagai peristiwa traumatis, melainkan juga sebagai ruang pembelajaran dan penguatan diri.
Suasana psikososial berlangsung hangat dan penuh empati. Beragam kisah muncul dari para santriwati, salah satunya disampaikan dengan spontan, “Pesantren jadi viral,” celetuk seorang santri.
Ungkapan ini selaras dengan kenyataan bahwa Pondok Pesantren Darul Mukhlisin—khususnya masjid dan asramanya—menjadi penahan gelondongan kayu besar yang terbawa arus banjir. Peran tersebut secara tidak langsung menyelamatkan banyak rumah warga di sekitar pesantren dari dampak kerusakan yang lebih parah.

Selain refleksi dari para santriwati, kegiatan ini juga didampingi oleh para musyrifah yang turut menguatkan nilai-nilai spiritual. Salah seorang musyrifah menyampaikan, “Banjir Allah hadirkan untuk mengetahui siapa sebenarnya Anda—berimankah atau tidak, taatkah atau tidak?”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa musibah bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian keimanan dan keteguhan hati.
Kolaborasi antara Relawan FLP dan Alu Shams Care ini tidak berhenti di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin. Ke depan, kegiatan psikososial serupa direncanakan akan dilaksanakan di titik-titik lain di wilayah Aceh Tamiang yang juga terdampak banjir, sebagai bentuk komitmen pendampingan berkelanjutan bagi para penyintas, khususnya anak-anak dan remaja.
Melalui kegiatan ini, FLP dan Alu Shams Care berharap para santriwati dapat kembali menumbuhkan rasa aman, optimisme, serta semangat belajar, sekaligus menyadari bahwa di balik setiap ujian selalu ada hikmah dan kekuatan yang bisa dipetik.
