Sepekan setelah melakukan rapat kerja perdana kepengurusan periode 2025-2027 di bawah kepemimpinan Syamil Ridha, S.Pd.I., Forum Lingkar Pena Payakumbuh – Lima Puluh Kota (FLP Paliko) mengadakan upgrading pengurus pada Kamis, 1 Januari 2026, di Kawasan Wisata Alam Sungai Dareh Situjuah, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.
Kegiatan ini dihadiri pengurus FLP Paliko beserta keluarga. Tak hanya upgrading, kegiatan ini sekaligus sebagai agenda family gathering keluarga besar FLP Paliko karena bertepatan dengan suasana libur panjang.

Acara ini juga dihadiri oleh Lindawati, S.S., M.Pd., Ketua FLP Wilayah Sumatra Barat, sebagai narasumber dalam kegiatan santai namun penuh makna.
Upgrading pengurus dilaksanakan dalam bentuk outbond ringan yang dapat melatih dan mengingatkan kembali peran dan tanggung jawab dalam sebuah organisasi sehingga menjadi tim yang solid.
Rancangan kegiatan ini sebelumnya sudah didiskusikan pada agenda rapat kerja yang terlaksana pada 24 Desember 2025 lalu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyatukan kembali visi dan misi organisasi serta menjalin kekompakan pengurus hingga menjadi cabang yang mampu berkarya dan berdaya demi kejayaan literasi berkeadaban.

Amira, bendahara FLP Paliko, menyampaikan hikmah dari permainan jadul yang sangat sederhana dengan menggunakan lidi, simbol persatuan yang sangat cocok dengan kondisi sebuah organisasi.
“Pekerjaan atau program itu, jika kita kerjakan bersama, akan selesai juga dan perlu saling mendukung. Tidak selamanya pemimpin itu yang di depan, tetapi bisa saja dia jadi pendorong untuk memberikan kesempatan pada anggota agar dapat melejitkan potensinya.”
Pernyataan dari Amira diperkuat oleh Hanum, sekretaris FLP Paliko, “Sepertinya pekerjaan itu banyak, program yang mau kita lakukan itu sangat berat. Namun, kalau kita memulai dari hal yang sedikit demi sedikit, maka akan selesai. Intinya kita mau memulai untuk bergerak.”
Rahmi sebagai Koordinator Divisi Karya menyampaikan hal senada, “Hal yang terpenting adalah bagaimana kita fokus dalam melakukan sesuatu. Apabila kita bisa fokus berkarya sesuai dengan apa yang mau kita selesaikan, maka akan memberikan hasil maksimal sesuai dengan keahlian yang kita miliki.”
Permainan yang melatih kemampuan individu dalam sebuah tim dan bekerjasama dengan strategi yang dirancang sedemikian rupa akan menghasilkan karya yang baik dan sesuai tujuan.
Seperti yang dijelaskan oleh Linda sebelum memulai pelatihan ringan mereka, “Kita dalam sebuah tim seperti filosofi jari. Satu jari tidak akan dapat berbuat apa-apa, hanya bisa menunjuk dan memerintah. Ini membuat orang lain tidak suka. Namun, jika dia sudah berdua, telunjuk dengan jari tengah, maka sudah mampu mengangkat suatu benda. Bayangkan jika sudah tiga jari, empat jari, dan lima jari, maka dia akan mampu menggenggam.”
“Artinya, kita bisa memulai bergerak tanpa harus menunggu banyak dulu. Berdua pun, jika kita mau, akan bisa menjalankan program yang sudah dirancang. Bayangkan kalau kita banyak dan saling bekerjasama.” Demikian penjelasan Linda sambil memperagakan manfaat jarinya sebelum permainan yang hanya menggunakan lidi dan sedotan serta botol kemasan dimulai oleh semua pengurus yang hadir.

Usai kegiatan yang menambah kekompakan pengurus, dilanjutkan dengan makan bersama. Menu yang dibawa dari rumah masing-masing tersebut menggunakan wadah yang tidak menimbulkan sampah, atau dikenal dengan program zero waste, sebagai bukti komitmen kepedulian dengan lingkungan.
Selesai makan, kegiatan selanjutnya adalah kampanye tentang menjaga lingkungan yang bersih dari sampah. Hal yang dilakukan adalah pemasangan spanduk ajakan untuk peduli lingkungan dan menjaga kebersihan, serta tidak membuang sampah ke dalam kolam.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan operasi semut, mulai dari sampah di sekitar area acara sampai ke dalam kolam tempat pemandian alami yang airnya jernih. Merasakan kesegaran mata air yang dingin sambil memilih sampah di dalamnya dan kejernihan yang belum terkontaminasi menjadi aktivitas yang seru, terutama bagi anak-anak yang ikut dalam kegiatan ini.

Harapannya, kegiatan upgrading dan aksi bersih sampah ini akan meningkatkan semangat dan komitmen pengurus dalam menjalankan program-program yang telah ditetapkan, berkolaborasi dan bekerjasama untuk mewujudkan hal yang dirancang satu atau dua tahun ke depan.
Kegiatan upgrading dan aksi peduli lingkungan ini merupakan kolaborasi dari FLP Cabang Paliko, Pustaka Dua-2, Rumah Cahaya Al Lathif, dan Komunitas Rang Mudo Paduli. (*)
