Kamis, Januari 1Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Tutup Tahun 2025, FLP Jepang Gelar Muhasabah Literasi dan Doa Solidaritas untuk Palestina serta Sumatra

JEPANG – Menjelang pergantian tahun, Forum Lingkar Pena (FLP) Jepang menggelar acara refleksi akhir tahun bertajuk “Muhasabah Literasi & Doa Solidaritas: Menata Hati, Merawat Empati” yang dilaksanakan secara daring pada Selasa malam (30/12/2025).

Acara yang berlangsung khidmat mulai pukul 17.15 JST (waktu Jepang) ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi diri bagi para pegiat literasi di Negeri Sakura, namun juga menjadi simpul solidaritas kemanusiaan.

Tutup Tahun 2025 FLP Jepang Gelar Muhasabah Literasi

Forum ini secara khusus mendedikasikan doa dan perhatian bagi saudara-saudara di Palestina yang masih berjuang, serta korban bencana alam yang melanda Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra, Aceh, dan Kalimantan.

Hadir sebagai narasumber utama, Ustaz Dr. Saiful Bahri, Lc., M.A., yang dikenal sebagai Pakar Palestina FLP sekaligus Wakil Ketua Misi Indonesia untuk Perdamaian Dunia (MINDA). Dalam tausiahnya yang mengangkat tema “Mengambil Ibrah Keteguhan Gaza dan Nasihat Akhir Tahun”, beliau mengajak peserta untuk tidak sekadar meratapi kondisi, melainkan menyerap energi keteguhan dari warga Gaza sebagai bahan bakar spiritual dalam menghadapi tahun 2026.

FLP Jepang Gelar Muhasabah Literasi dan Doa Solidaritas

​”Akhir tahun adalah momen jeda. Kita duduk menimbang rasa, menyeimbangkan syukur atas nikmat aman yang kita rasakan di sini, dengan empati mendalam terhadap luka saudara-saudara kita,” ujar perwakilan penyelenggara dalam pembukaannya.

Salah satu sesi yang paling menyentuh dalam acara ini adalah “Sharing Buku Penguat Jiwa”. Para peserta diberi kesempatan menceritakan satu buku yang paling berpengaruh dan menguatkan mental mereka sepanjang tahun 2025.

Sesi ini menjadi ruang berbagi hikmah yang intim, mempererat ikatan antaranggota komunitas penulis tersebut melalui kisah-kisah inspiratif dari bacaan mereka.

FLP Jepang Gelar Doa Solidaritas Palestina dan Sumatra

Acara juga diisi dengan arahan dari Dewan Pembina FLP Jepang yang menekankan pentingnya menajamkan visi kepenulisan. Literasi diharapkan bukan hanya sekadar hobi, melainkan alat perjuangan dan penyembuh luka (trauma healing) bagi masyarakat luas.

Puncak acara ditutup dengan doa bersama yang melangitkan harapan bagi kemerdekaan Palestina dan pemulihan segera bagi wilayah-wilayah terdampak bencana di Indonesia.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi FLP Jepang dengan berbagai lembaga kemanusiaan, antara lain Nihon Madani, Human Initiative Japan, Yakesma Jepang, dan Dompet Dhuafa Japan.

Melalui sinergi ini, FLP Jepang berharap semangat literasi dan kepedulian sosial dapat terus berjalan beriringan menyongsong tahun baru.

​(Tim Media FLP Jepang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This