Jumat, Januari 21Literasi Berkeadaban

Tag: Prestasi FLP

Kaleidoskop Prestasi Penulis FLP 2018 (3/3)

Kaleidoskop Prestasi Penulis FLP 2018 (3/3)

Berita
MAKASSAR, FLP.or.id - Kemudian dari penulis-penulis FLP Riau memperoleh beberapa penghargaan sepanjang tahun 2018, yakni: 1.Ahmad Ijazi, Pemenang Lomba Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat SD, Balai Bahasa Provinsi Riau dan Pemenang Lomba Bahan Bacaan Literasi SMP, Balai Bahasa Riau. 2.Sugiarti, Pemenang Lomba Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat SD, Balai Bahasa Provinsi Riau dan Juara 2 Lomba Cerpen Tema Anak Palestina, ADARA Relief International 3. Wamdi, Duta Baca Riau, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau. 4. Penyair undangan Temu Penyair Internasional Bintan atas nama: Bambang Kariyawan, Ahmad Ijazi, Riki Utomi, Alam Terkembang, Mawar Zafira. 5. Ahmad Ijazi, Juara 2 Lomba Cerpen Tema Pertanian, Dewan Kesenian Indramayu, Jabar 6. Fathromi Ramdlon, dkk Pemenang ke-2 Lo...
Kaleidoskop Prestasi Penulis FLP 2018 (2/3)

Kaleidoskop Prestasi Penulis FLP 2018 (2/3)

Berita
MAKASSAR, FLP.or.id - Masih untuk bahan bacaan anak, kita beralih ke Sayembara Penulis Bahan Bacaan untuk Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Dirjen Dikdas Kemendikbud, penganugerahan kepenulisan yang diselenggarakan di Solo ini, mencatat dua penulis FLP yang naik podium yakni Dwi Supriyadi (Juara II) dari FLP Jawa Tengah dan Fitrawan Umar (Juara III) dari FLP Sulawesi Selatan.  Sementara untuk  Penghargaan Anugerah PAUD Kemdikbud, Wylvera Wendayana dari FLP Jawa Barat lagi-lagi menyumbangkan prestasi dengan judul karya Senangnya Bekerja Sama. Dari FLP Sulawesi Selatan, juga ada Baharuddin Iskandar sebagai pemenang kedua Lomba Penulisan Naskah Buku bagi Guru Pendidikan Menengah, dengan judul bukunya Memburu Gurilla. Tahun 2018 ini memang tahun bacaan anak bagi penulis FLP karena di ti...
Kaleidoskop Prestasi Penulis FLP 2018 (1/3)

Kaleidoskop Prestasi Penulis FLP 2018 (1/3)

Pojok
MAKASSAR, FLP.or.id - Ajang lomba menulis beberapa tahun belakangan semakin menggiurkan. Fasilitas berupa tiket perjalanan ke acara penganugerahan, akomodasi hotel, hadiah uang tunai, bahkan uang saku selama acara penganugerahan menjadi daya tarik penulis untuk mengikuti lomba. Penyelenggaranya pun beragam, mulai dari media, komunitas, hingga kementerian. Jika kita kilas balik ke tahun 90-an, lomba menulis hanya diselenggarakan media yang oplahnya tinggi dan mampu membayar hadiah pemenang. Jangan heran, jika untuk mengikuti lomba, penulis harus membeli majalah atau korannya dulu untuk mengisi formulir. Jika lomba bersponsor, penulis pun biasa diwajibkan membeli produk sponsor lalu mengirimkan kemasannya bersama tulisan yang dilombakan. Kirim karyanya pun, harus melalui pos yang tentu saja...