DIKSI Edisi Januari 2026
Edisi perdana majalah DIKSI tampil dalam tulisan-tulisan yang bergerak di wilayah yang sama: kemanusiaan yang diuji. Dari feature tentang ketekunan menjaga api literasi di tengah zaman algoritma, cerpen yang menyorot pilihan sempit perempuan, hingga puisi dan esai yang merekam duka, iman, serta daya hidup—semuanya berangkat dari kegelisahan yang nyata. Majalah DIKSI memilih untuk tidak menjauh dari realitas, sebab justru di sanalah sastra menemukan urgensinya.
Kami menyadari, dunia hari ini dibanjiri kata-kata yang cepat dan seragam. Teknologi membantu, tetapi juga menggoda
untuk menyingkirkan keunikan suara manusia. Melalui edisi ini, kami ingin menegaskan bahwa menulis tetaplah kerja
batin: merawat empati, menjaga etika, dan menimbang dampak setiap kalimat yang dilepas ke ruang publ...
