Referensi

Hubungan Antara “Tenaga Dalam” dengan “Membaca”, Menurut Ismail Marahimin (2)

JAKARTA, FLP.or.id — Baca juga Bagian 1 Hubungan Antara “Tenaga Dalam” dengan “Membaca”, Menurut Ismail Marahimin.

Setelah menganalogikan “membaca bagi penulis” dengan “latihan tenaga dalam bagi pesilat”, Ismail menguraikan lebih jelas lagi. Apa sih persisnya tenaga dalam yang bakal dikuasai penulis melalui giat membaca.

Tenaga dalam yang pertama adalah latar belakang informasi yang luas. Tanpa ini, tulisan seseorang akan berputar-putar dis ekitar masalah itu ke itu saja, penuh dengan klise-klise yang usang, kering, dan kerdil. Tidak enak membacanya.

Sebaliknya, penulis yang memiliki laatr belakang informasi yang luas akan merasa mudah meramu tulisannya dengan berbagai ramuan yang lazim digunakan orang di dalam penulisan, sehingga tulisannya enak dibaca dan menarik.

 

Tulisan seperti itu dikatakan mempunyai referensi atau kerangka referensi yang luas. Dan penulisnya dengan sendirinya juga punya lebih banyak bahan untuk dituliskan.

Apakah “cuma” itu “tenaga dalam” yang diperoleh dengan membaca? Nantikan bagian selanjutnya.

Referensi: Menulis Secara Populer, Ismail Marahimin. Penerbit PT Pustaka Jaya, Cetakan ketiga, 2011. Jakarta.

Related posts

2+3 Prinsip Dasar Mencipta Tulisan Argumentasi Menurut Gorys Keraf (Bagian 1)

admin

2+3 Prinsip Dasar dalam Mencipta Tulisan Argumentatif Menurut Gorys Keraf (Bagian 2-Habis)

admin

4 Sasaran dalam Menulis Argumentasi Menurut Gorys Keraf

admin

Leave a Comment