Catatan Nafi’ah al-Ma’rab (Ketua Umum Forum Lingkar Pena)
Pernahkah kita memerhatikan bentuk gelas China? Ya, gelas ini tidak memiliki gagang di bagian tepinya. Dibiarkan bulat begitu saja dan diisi dengan cairan hangat atau panas untuk dinikmati. Pada umumnya gagang pada cangkir atau gelas digunakan untuk menjadi isolator panas pada cairan yang ada di dalam bulatan cangkir. Supaya bisa panas tidak begitu terasa, dipegang lebih aman, dan cairan bisa diminum perlahan-lahan. Namun, tidak demikian dengan gelas China. Tidak ada gagang, jadi kalau mau minum ya terpaksa harus dipegang bagian bulatannya. Panas akan terasa secara langsung tanpa adanya isolator di bagian tepinya.
Apa maknanya?
Gelas China ini mengajarkan kita untuk berani hadir merasakan sesuatu secara langsung. Saat tangan kita menyentuh gelas yang panas, kita memastikan cairan di dalamnya belum bisa diminum. Demikian juga masalah hidup atau persoalan apapun, ada saatnya harus kita diamkan lebih dulu. Tidak serta merta harus diselesaikan. Cairan panas yang diminum akan membuat lidah terasa terbakar. Demikian juga hal-hal di luar kita. Ada kondisi yang tidak perlu kita sikapi seketika itu juga, tetapi harus didiamkan lebih dulu hingga dingin.
Kapan kita siap meminum cairan dalam gelas? Ketika suhunya kita pastikan sudah aman, atau memang sejak awal tidak terlalu panas. Maknanya, kapan kita merespon sesuatu dan berkomentar untuk banyak hal? Apabila tidak ada efek negatif yang akan dirasakan. Jadi, ketika air terlalu panas maka diamkan dulu. Ketika ada persoalan yang begitu tajam, begitu menyakitkan, panas, ada kalanya akan lebih baik jika kita diamkan dulu. Tunggu hingga panas itu mereda, maka kita akan lebih bijak menyelesaikan sesuatu itu.
Gelas China mengajarkan pada kita untuk lebih tepat dalam mengambil keputusan, kapan kita akan hadir. Melihat realitas yang nyata di lapangan, apa yang terjadi? Kapan keputusan yang tepat bisa kita ambil. Kita pada akhirnya akan berani tampil untuk mengetahui sesuatu. Kehadiran yang akan berdampak pada pengambilan keputusan yang tepat.
Wallahu a’lam
De Daikos, 28 November 2025
