Kamis, Maret 19Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Breaking News

Berkemah, Kuda Poni dan Nasi Goreng Buatan Abi

Berkemah, Kuda Poni dan Nasi Goreng Buatan Abi

Breaking News
Kukuruyuuuk! Pagi yang cerah, saatnya membuka mata. “Hoaaam,” aku menguap lebar. Aku bersemangat sekali hari ini, hari terakhir liburan kelas tiga. Aku beranjak dari kasur empukku dan berlari menuju kamar mandi. Untuk apa? Jelas untuk mandi, hehehe. Selesai mandi, aku memakai baju dan mukena, lalu menunaikan shalat subuh. Setelah itu, aku berjalan bersama adikku Rama ke kamar Ummi, Abi dan Ifan. Di sana hanya ada Ummi dan Ifan. Abi sedang mandi, sementara Ifan minum susu pakai dot, dan Ummi membenarkan jilbab hitamnya. Tak lama Abi keluar dari kamar mandi. Kami semua siap berangkat ke Kalisoro. Di perjalanan, adikku Ifan melakukan hal-hal yang aneh seperti mengatakan begini, “Ummi, Ummi… ada holis-holis enggak?” “Holis-holis itu apa?” tanyaku. “Holis-holis itu kayu,” katanya. Kami tertawa....
Hukum Menulis Fiksi dan Ilustrasi

Hukum Menulis Fiksi dan Ilustrasi

Breaking News
Oleh: Awy' A. Qolawun (Staf BPP FLP Divisi Rumah Cahaya) Sebagai penulis dan aktivis FLP saya pernah mendapat pertanyaan bagaimana hukum menulis fiksi. Begitu pula beberapa pertanyaan lain yang berhubungan dengan media salah satunya perihal detail hukum ilustrasi dalam Islam. Suatu pertanyaan yang wajar sebab memang sebagian besar karya para penulis anggota FLP adalah sastra dan lebih banyak di fiksi semisal cerpen dan novel. Mungkin bisa jadi bahwa latar belakang pertanyannya (tashowwurul mas'alah) adalah sebab fiksi itu kan bukan kisah nyata, apa tidak membohongi? Dan lagi pula apa tidak membuang waktu? Belum juga fiksi bergenre epik yang menggabungkan antara fakta sejarah dan kisah fiktif (rekaan) hasil imajinasi penulis. Tentu saja suatu pertanyaan yang menarik. Sebelum saya jawa...
Pesta Kematian

Pesta Kematian

Breaking News
1980 Usianya kini 60 tahun, dan ia ingin menyiapkan pesta kematian yang meriah. Dengan peti mati yang sangat indah, penuh ukiran berselera tinggi dan terbuat dari kayu jati yang terbaik di negeri ini. Ia mendambakan kain kafan yang sejuk untuk membaluti sekujur tubuhnya yang senantiasa dirawat dengan teliti. Ia ingin sebuah foto besar berpose wajah diri yang rupawan, serta karangan bunga raksasa dengan diameter yang menjebol buku rekor dunia, melengkapi upacara pemakamannya, selain seluruh petugas yang berseragam elok. Ia ingin saat kematiannya, orang-orang berduyun-duyun meramaikan upacara persemayamannya. Itulah ending yang agung dari kebesaran yang pernah ia miliki selama menempuh kehidupan di dunia. Dan ia begitu sibuk dibuatnya. “Kau harus membuat makamku seindah istana, Nak!” uja...

Pin It on Pinterest