Gotong Royong Untuk Mas Gagah
“Ketika Mas Gagah Pergi sangat menginspirasi saya sebagai remaja saat itu dan membuat saya jadi pribadi yang lebih peduli pada sekitar serta lebih mencintai Islam. Kisah ini abadi dan mampu mengubah banyak pembacanya menjadi lebih baik. ” (Asma Nadia)
Pernyataan penulis bestseller Asma Nadia tak jauh berbeda dari Habiburahman el Shirazy. Bahkan penulis yang populer dipanggil Kang Abik ini mengusulkan agar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan memasukkan buku ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ ke perpustakaan sekolah-sekolah dan universitas “untuk membangun karakter pemuda Indonesia.”
Kang Abik dikenal sebagai penulis novel best seller ‘Ayat-ayat Cinta’ dan Ketika Cinta Bertasbih (KCB) yang ketika difilemkan sukses meraih lebih dari tiga juta penonton serta mengawali munculnyagenre drama-religi baik d...
