Sulawesi Barat, 17 Januari 2026 — Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sulawesi Barat sukses melaksanakan Musyawarah Wilayah (Musywil) pada Jumat, 17 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, meskipun sebelumnya direncanakan berlangsung secara luring. Perubahan skema pelaksanaan tersebut dilakukan menyusul adanya sejumlah kendala teknis dan situasional yang tidak memungkinkan pelaksanaan tatap muka, tanpa mengurangi substansi, legitimasi, dan kekhidmatan forum musyawarah.
Musyawarah Wilayah merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat wilayah yang menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, serta penentuan arah kebijakan organisasi ke depan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus FLP Wilayah Sulawesi Barat, perwakilan FLP Cabang se-Sulawesi Barat, serta Dewan Penasihat FLP Sulawesi Barat yang turut memberikan pandangan dan penguatan moral terhadap jalannya musyawarah. Selain itu, Musywil ini juga dihadiri oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) Forum Lingkar Pena, yang diwakili oleh Wiwiek Sulistyowati.

Dalam sambutannya, Wiwiek Sulistyowati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Wilayah FLP Sulawesi Barat meskipun dilaksanakan secara daring. Ia menuturkan bahwa Musywil FLP Sulawesi Barat menjadi pengalaman perdana baginya mengikuti Musyawarah Wilayah di kawasan Sulawesi, khususnya di FLP Wilayah Sulawesi Barat. Menurutnya, forum musyawarah wilayah memiliki peran strategis sebagai ruang refleksi serta penguatan arah gerakan literasi di tingkat wilayah.
Lebih lanjut, Wiwiek menekankan pentingnya deteksi dan pemetaan kader secara sistematis di tubuh organisasi. Ia berharap FLP Wilayah Sulawesi Barat ke depan dapat memaksimalkan pengembangan kader, dengan mendeteksi jenjang kekaderan, mulai dari kader muda, kader madya, hingga kader andal. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan, peningkatan kualitas kepenulisan, serta lahirnya penulis-penulis FLP yang mampu berkiprah di tingkat nasional.

Pada agenda inti Musyawarah Wilayah, forum membahas laporan pertanggungjawaban pengurus wilayah, agenda-agenda persidangan pleno, serta pemilihan Ketua Wilayah FLP Sulawesi Barat. Proses persidangan berlangsung secara tertib dan demokratis dengan dipimpin oleh presidium sidang yang ditetapkan oleh forum. Tercatat terdapat tiga kandidat calon Ketua Wilayah, yaitu Khalil Nurul Islam, Nurhawara, dan Awaluddin, yang seluruhnya merupakan kader FLP dengan rekam jejak pengabdian di wilayah Sulawesi Barat.
Berdasarkan hasil musyawarah dan keputusan forum yang sah sesuai dengan mekanisme organisasi, Khalil Nurul Islam kembali dipercaya untuk menahkodai FLP Wilayah Sulawesi Barat periode 2026–2028. Khalil, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua demisioner, dinilai memiliki pengalaman, kontinuitas program, serta komitmen yang kuat untuk melanjutkan penguatan organisasi dan kaderisasi literasi di wilayah.
Dengan terselenggaranya Musyawarah Wilayah ini, FLP Sulawesi Barat diharapkan mampu memperkokoh konsolidasi internal, meningkatkan kualitas pembinaan kader penulis, serta memperluas peran literasi yang berdampak bagi masyarakat. Musywil ini menjadi pijakan awal bagi kepengurusan periode 2026–2028 untuk melangkah lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam menghidupkan gerakan literasi di Sulawesi Barat.
