Forum Lingkar Pena (FLP) melalui Divisi Kaderisasi BPP FLP telah menyelenggarakan Kajian Klub Andal berjudul “Menumbuhkan Andal Berdaya”, pada hari Ahad (1/2/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 36 anggota andal FLP dari berbagai wilayah dengan antusiasme yang tinggi.
Acara ini menjadi bagian dari agenda pengokohan andal sebagai ikhtiar strategis FLP dalam memperkuat peran, militansi, dan keberdayaan kader literasi agar mampu memberikan kontribusi nyata, baik di wilayah masing-masing maupun bagi masyarakat luas.

Sambutan Ketua Umum: Mengokohkan Andal agar Semakin Berdaya
Dalam sambutannya, Ketua Umum FLP, Nafi’ah al-Ma’rab, menegaskan bahwa agenda Kajian Klub Andal dirancang sebagai ruang penguatan peran andal FLP.
“Agenda ini diharapkan dapat mengokohkan andal FLP agar semakin berdaya, tidak hanya aktif secara personal, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, baik untuk wilayahnya, maupun masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberdayaan andal merupakan kunci bagi keberlanjutan gerakan literasi FLP yang berdampak dan bermakna. Sesuai dengan tagline kepengurusan saat ini, FLP Berdaya.

Materi Afifah Afra: Daya Psikologis sebagai Kunci Keberdayaan
Kajian inti disampaikan oleh Afifah Afra (Dewan Pertimbangan FLP) dengan materi yang dikemas sangat menarik dan reflektif, memadukan perspektif psikologi, pengembangan diri, yang diperlukan untuk melejutkan semangat dan mengokohkan andal FLP.
Dalam pemaparannya, Afifah Afra mengulas konsep Daya Psikologis, yang dirumuskan sebagai:
Daya Psikologis = (Potensi Diri × Motivasi × Intensi) ÷ Prokrastinasi
Ia menjelaskan bahwa:
Potensi diri itu merupakan kapasitas dasar yang menjadi “bahan bakar” awal bagi seseorang untuk bertumbuh.
Motivasi berperan sebagai akselerator yang memberi energi dorong.
Intensi memberikan arah, fokus, dan komitmen mental agar potensi dan motivasi terwujud dalam perilaku nyata.
Sementara itu, prokrastinasi (menunda, menghindar, dan mengulur waktu) menjadi faktor penghambat utama; semakin tinggi prokrastinasi, semakin kecil daya psikologis seseorang.
Materi ini disampaikan dengan pendekatan lintas disiplin ilmu dan contoh-contoh kontekstual, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan dinamika keandalan dalam organisasi.


Diskusi Hidup dan Antusias
Sesi diskusi berlangsung sangat hidup. Para peserta tampak aktif dan antusias mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta merefleksikan tantangan personal dan dinamika organisasi dalam membangun keberdayaan andal. Ragam pertanyaan yang muncul menunjukkan tingginya minat peserta terhadap tema, sekaligus memperkaya diskusi dengan sudut pandang yang beragam.
Penutup
Kajian Klub Andal ini menjadi ruang penguatan yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan semangat baru bagi andal FLP untuk terus bertumbuh, bergerak, dan memberi manfaat. Berbakti, Berkarya dan Berarti untuk banyak orang. Dengan andal yang semakin berdaya, FLP diharapkan kian kokoh sebagai gerakan literasi yang berkontribusi nyata bagi masyarakat luas.
