MEDAN, 31 Januari 2026 — Forum Lingkar Pena Wilayah Sumatra Utara menggelar dua agenda strategis sekaligus, yakni pelantikan pengurus periode 2025–2027 dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) XII. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (31/1) di Rumah Cahaya (Rumcay) FLP Sumatra Utara yang beralamat di Club House Komplek Taman, Jalan Kiwi Tahap 2, Sei Sikambing, Medan Sunggal.
Rumah Cahaya yang menjadi lokasi kegiatan merupakan fasilitas yang dihibahkan oleh Diah Ayu Ardianti, S.E., M.Si., Ketua FLP Sumatra Utara periode 2003–2007. Tempat ini berada satu area dengan unit usaha Kolam Renang Alifa Khusus Muslimah, dengan sebagian ruangnya dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan literasi dan pengembangan anggota FLP Sumatra Utara.

Mengusung tema “Berdaya dengan Menulis dan Membangun Organisasi”, acara ini diisi dengan prosesi inaugurasi pengurus serta sesi pembekalan yang mencakup nilai keislaman, kepenulisan, dan penguatan organisasi. Kegiatan berlangsung sekitar tujuh jam dan diikuti oleh belasan pengurus secara luring maupun daring melalui Zoom. Hadir pula Ketua FLP Cabang Medan, Bagas Mahardika Purnomo, S.S.
Ketua Umum FLP Wilayah Sumatra Utara, Fuji Astuty, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal bagi pengurus untuk kembali aktif dan produktif dalam berkarya. Semangat tersebut diperkuat melalui pembekalan yang disampaikan oleh Sukma, S.Psi., dari Divisi Rumah Cahaya Badan Pengurus Pusat FLP sekaligus Ketua FLP Wilayah Sumatra Utara periode 2007–2009.
Dalam materinya, Sukma mengingatkan pentingnya kesadaran identitas sebagai bagian dari organisasi kepenulisan. Ia mengibaratkan bahwa sebagaimana seorang muslim dikenali melalui ibadah salatnya, maka anggota FLP seyogianya dikenali melalui aktivitas menulis. Penegasan ini sejalan dengan AD-ART FLP periode 2025–2029 Pasal 5 yang menetapkan FLP sebagai organisasi kepenulisan.

Selain itu, Sukma juga membagikan sejumlah kiat agar pengurus tetap konsisten menulis di tengah kesibukan organisasi. Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah menetapkan jadwal menulis harian secara disiplin. Menurutnya, konsistensi waktu menjadi kunci agar produktivitas literasi tetap terjaga dan tidak tergeser oleh aktivitas lain.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan Muskerwil XII berupa pemaparan dan pembahasan rancangan program kerja masing-masing divisi untuk dua tahun mendatang. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan yang bertujuan memperkuat sinergi antardivisi. Melalui agenda ini, diharapkan kepengurusan FLP Wilayah Sumatra Utara semakin solid, peran organisasi semakin dikenal, dan budaya menulis kembali tumbuh di kalangan anggota.
