BANDUNG-Warisan ideologi kami harus tetap hidup di dalam organisasi. Itulah upaya yang selalu diusung oleh ketua FLP Bandung dari masa ke masa.
Berangkat dari itu kami punya cara pandang sama menyoal kesuksesan di dalam komunitas penulis. Kami tidak mengukur keberhasilan dari jumlah anggota atau acara yang digelar, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai keislaman, keorganisasian, dan kepenulisan itu benar-benar diamalkan dalam keseharian.
Dari itu kami paham dan sangat menyadari benar bahwa perjuangan untuk membakar semangat anggota komunitas adalah usaha penuh pengorbanan. Seperti keluar dari kobar api di hutan dan Karhutla. Gersang nan tandus.
Namun, dari sulitnya mencari anggota yang benar-benar tulus dan konsisten berada di Kepengurusan FLP, ada sececah harap dan angin segar.
Di akhir pekan biasanya jadi waktu terbaik untuk berkumpul bersama keluarga. Semua orang dapat melepas penat, atau sekadar rebahan tanpa agenda apapun.
Namun, bagi kami, keluarga besar FLP Bandung, ada agenda yang tak kalah seru dan sayang untuk dilewatkan, yaitu Musyawarah Cabang.

Acara dua tahun sekali ini diisi dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari Kepengurusan yang dinahkodai oleh Sukmawati. Tepat dua tahun lalu, Sukmawati terpilih menjadi ketua FLP Bandung Periode 2024 – 2026, menggantikan T.R Barli.
Tentu saja momen ini, selain digunakan untuk melaporkan pertanggungjawaban seluruh divisi, detik itu menjadi ruang untuk bertukar gagasan, merawat kebersamaan, sekaligus menentukan siapa yang akan menakhodai FLP Bandung untuk masa berkarya 2026–2028.
Kali ini, pada tanggal 20 September 2026, di sebuah kafe mungil di Bandung Timur menjadi saksi pertemuan 16 orang yang meluangkan waktu di tengah kesibukan demi satu tujuan, yaitu menyambut babak baru perjalanan FLP Bandung.
Sidang pleno dihadiri oleh 1 orang utusan pengurus FLP Jawa Barat, 8 orang pengurus FLP Cabang Bandung, koordinator volunteer sejumlah 2 orang, dan anggota aktif sebanyak 5 orang.
Tepat pukul 09.00 WIB, pimpinan sidang sementara, Ratih Sundari membuka rapat. Kemudian M. Bahagia R sebagai Ketua Sidang Tetap dan Khanzanah Fadhilah selaku sekretaris membuka sidang pleno tertutup hanya untuk kalangan FLP Cabang Bandung.
Dalam berlangsungnya sidang pleno, LPJ pengurus FLP Kota Bandung periode 2024 – 2026 telah ditanggapi dan diterima dengan catatan/rekomendasi. Revisi pun telah mencapai musyawah mufakat. Kemudian berlanjut ke dalam agenda paling utama di Muscab kali ini yaitu pencalonan dan pemilihan ketua.
Bakal calon ketua telah dijaring dan diverifikasi sebelum Muscab, ditetapkanlah 3 calon yang akan maju menjadi ketua. Mereka adalah Hadi S. Abdullah, Sukmawati, dan Ratih Sundari.
Setelah dilakukan musyawarah mufakat oleh seluruh anggota sidang yang hadir, maka dimuliakanlah nama Hadi S. Abdullah sebagai ketua FLP Kota Bandung, Periode 2026 – 2028.

Dalam sambutannya Hadi S Abdullah berharap agar setiap anggota kembal aktif dalam kepengurusan.
“Saya ingin menyemai harapan bahwa setiap anggota FLP berupa memakmurkan kembali FLP dengan ikut andil dalam kepengurusan. Kuatkan kolaborasi antar anggota, dan menyalakan kembali semangat berkarya lewat Bloemlezing. Harapan setinggi-tingginya,”ungkapnya.
Warisan itu belum usai. Ia harus terus bergulir, tumbuh, dan menemukan bentuknya di tangan generasi yang berbeda.
Warisan bukan sekadar cerita tentang mereka yang pernah berjuang, melainkan tentang nilai-nilai yang tetap hidup, semangat yang terus menyala, dan karya yang tak berhenti meski orang-orang di baliknya berganti.
Setiap generasi punya masanya, setiap masa punya tantangannya. Maka ambil bagian untuk menjaga nyala yang sama, dengan cara yang mungkin berbeda, untuk perjalanan yang masih panjang, dan semoga Allah Swt. menenangkan hati yang tengah gundah dan menyiraminya dengan kebaikan. []
