Rabu, Februari 4Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Selamat Datang di Bulan FLP

Selamat Datang di Bulan FLP
(Sumber: Facebook Helvy Tiana Rosa)

 

Bulan Februari adalah Bulan FLP. Pada bulan ini, 1997 yang lalu, FLP dilahirkan.

Sedikit mengulas sejarah, awalnya inisatif datang dari Helvy Tiana Rosa. Beliau mengajak Asma Nadia, Muthmainnah, serta beberapa rekannya dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia berdiskusi di Masjid Ukhuwah Islamiyah UI. Mereka membicarakan keprihatinan terhadap minat baca dan menulis di kalangan generasi muda.

Singkat cerita, 22 Februari 1997, dibentuklah Forum Lingkar Pena (FLP). Saat itu, secara legalitas, FLP adalah Badan Otonom Yayasan Prima, dan Helvy Tiana Rosa didaulat sebagai ketua umum pertama.

Sambung-menyambung ide terjadi. Dari satu bengkel kepenulisan ke bengkel kepenulisan lain berjalan. Tulisan demi tulisan lahir. FLP tumbuh pada momen yang tepat: gelombang demokratisasi Indonesia, reformasi, meningkatnya generasi muslim terpelajar, revolusi jilbab, gerakan-gerakan tarbiyah, dan sebagainya. Ditambah militansi organisasi dan produktivitas menulis dari generasi-generasi awal, membuat FLP akhirnya berkembang dengan baik.

Dari yang awalnya 30 anggota, FLP terus meluas hingga ke hampir seluruh provinsi di Indonesia dan membuka jaringan-jaringan di luar negeri. Tentu tak ketinggalan jasa besar Majalah Annida yang mengenalkan FLP ke seluruh pembaca di Indonesia.

FLP pernah sangat berjaya di industri perbukuan. Logo FLP di sampul buku sudah seperti logo halal dan jaminan kualitas. Buku-buku FLP diburu pembaca. Para penulis FLP diminati penerbit. Koran TEMPO pun memberi sematan kepada FLP, yakni Pabrik Penulis Cerita.

Banyak kalangan menganggap julukan itu negatif, tetapi FLP jelas memandangnya dengan positif.  Untuk menggambarkan era keemasan itu, kurang lengkap jika tidak menulis kembali ucapan Taufiq Ismail pada Milad FLP tahun 2002: “Forum Lingkar Pena sangat fenomenal. FLP adalah hadiah Tuhan untuk Indonesia”.

Tahun 2026 ini, FLP telah berusia 29 tahun. Sudah banyak yang berubah. Lanskap sosial berubah. Industri penerbitan buku berubah.

Namun, cita-cita FLP untuk mencerahkan masyarakat tidak pernah berubah.

Ketulusan dalam berkarya, berbakti, dan berarti juga tidak berubah.

Api yang menyala di dada Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, dan Muthmainnah serta rekan-rekannya ketika itu juga api yang sama, yang saat ini menyala di balik dada pengurus dan anggota FLP di seluruh dunia.

Selamat datang di Bulan FLP.

Mari:

  1. Bahagia mengikuti seluruh kegiatan FLP
  2. Bahagia membeli, membaca, dan mengulas karya anggota FLP
  3. Bahagia mengenakan atribut FLP (seperti jaket, rompi, kaos, tumbler, dsb.)
  4. Bahagia membagikan informasi-informasi FLP (seperti postingan sosial media dsb.)
  5. Bahagia menulis afiliasi/mengaku sebagai anggota FLP.

 

Penulis:
Fitrawan Umar
(Koord. Divisi Humas BPP FLP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This