Minggu, Januari 18Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Sepuluh Tahun Hiatus, Anggota FLP Sulsel Ini Lolos UWRF 2026

13 Januari 2026, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 mengumumkan 10 penulis emerging yang akan tampil di festival sastra terbesar di Asia Tenggara itu. Di antara penulis yang lolos, tercatat nama Hamran Sunu, salah seorang anggota dan mantan pengurus FLP Sulsel.

Seleksi emerging writer tahun ini melibatkan 634 pendaftar dari penjuru Nusantara. Dewan kurator terdiri dari A. Nabil Wibisana, Siska Yuanita, dan Cyntha Hariadi. Dari Laporan Pertanggungjawaban Dewan Kurator, cerpen Hamran Sunu berjudul “Bulan di Langit Terik” dinilai ditulis secara piawai dan menawan dengan mengangkat tema rantau dan tegangan identitas.

“…Cerpen Hamran sangat fasih memainkan alur, bergerak ulang-alik antara ruang tradisi dan ruang modern, antara luka masa silam dan kegelisahan masa kini.

Hamran Sunu Anggota FLP Sulsel Ini Lolos UWRF 2026

Hamran Sunu telah menulis sejak awal 2000-an. Dia pernah menjadi wartawan Tribun-Timur, kemudian bekerja sebagai guru, penulis skenario, dan editor lepas. Tahun 2011, dia terpilih sebagai emerging writer di Makassar International Writers Festival (MIWF) pada edisi perdana.

Hamran Sunu sempat mengalami ‘burn out’ akibat tekanan pekerjaan dan vakum menulis. Namun, setelah berkonsultasi dengan dokter, dirinya disarankan untuk kembali menulis, khususnya menulis fiksi yang menjadi kesukaannya. Pelan-pelan dia mencoba bangkit dan mengikuti saran dokter. Alhasil, setelah 10 tahun hiatus, cerpennya “Bulan di Langit Terik” berhasil terpilih di UWRF 2026 ini.

“Saya tidak menyangka bisa lolos karena baru kembali beradaptasi menulis cerpen. Awalnya kirain tidak lolos, tapi malah bisa terpilih. Ini kesempatan yang harus saya manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Hamran Sunu saat diwawancarai Humas BPP FLP.

Dalam tiga edisi terakhir, selalu ada anggota FLP yang terpilih menjadi emerging writer UWRF, di antaranya Wawan Kurniawan (2025) (Sulsel), Adibah L. Najmy (2024) (Sulsel), dan Mega Anindyawati (2024) (Jawa Timur).

 

Ditulis oleh:
Fitrawan Umar – Kordiv. Humas BPP FLP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This