SLAWI – Menandai awal tahun 2026 dengan semangat literasi, Perpustakaan Soekarno Hatta Slawi menggelar acara peluncuran buku antologi cerita anak, “Kisah Nun dan Kawan-Kawan”, Sabtu (3/1/2026). Acara yang digelar di lantai 2 Gedung Baru perpustakaan tersebut merupakan apresiasi nyata bagi para penulis dan ilustrator cilik asal Tegal.
Acara yang berlangsung pukul 10.30 hingga 11.30 WIB ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal dengan Forum Lingkar Pena Tegal (FLP Tegal). Buku antologi ini memuat karya peserta kelas menulis GELAS (Geliat Literasi Anak Cerdas) angkatan kedua yang diselenggarakan pada Juni 2025.

“Alhamdulillah kelas menulis untuk anak dan remaja yang bertajuk GELAS bisa berjalan lancar. Kelas ini sudah berjalan dua angkatan. Buku yang baru saja di-launching ini adalah hasil karya peserta kelas menulis angkatan kedua,” ujar Eri Fitniati, S.Pd., Ketua Forum Lingkar Pena Tegal.
Sebagai bentuk apresiasi lebih, FLP Tegal selaku mentor dan fasilitator memberikan sertifikat dengan berbagai predikat sesuai kualitas cerpen dan ilustrasi. Penghargaan tersebut beragam, mulai dari “Penulis Cerita Terbaik” hingga “Seniman Terbaik”.

Moh. Amin S.I.Pus., Pustakawan Ahli Muda yang mewakili Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, menyampaikan apresiasi tinggi. “Acara launching buku ini sangat kami apresiasi betul karena, dari kegiatan itu, otomatis akan tumbuh para penulis-penulis pemula. Mudah-mudahan FLP Tegal menjadi wadah motivasi bagi para penulis muda untuk bisa berkarya terus,” tuturnya.
Ia juga menekankan manfaatnya bagi perkembangan perpustakaan. Karya-karya penulis lokal akan memperkaya koleksi dan mendukung akreditasi perpustakaan melalui kegiatan bermasyarakat yang nyata. “Kami dari dinas akan siap memfasilitasi. Mudah-mudahan acara ini tidak hanya sekali saja,” tambahnya.


Sutono Adiwena, mentor kelas GELAS FLP Tegal, mengungkapkan kekagumannya pada kemampuan anak-anak zaman sekarang. “Saya melihat kemampuan menulis cerita yang luar biasa, jauh melebihi kemampuan pada anak-anak zaman saya kecil dulu. Mereka sudah mahir merangkai alur dan mengemas cerita dengan pesan moral yang baik,” ujarnya.
Ia berharap orang tua turut mendukung dengan menyediakan asupan bacaan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga berkualitas, agar bakat-bakat muda ini terus terpupuk.
Peluncuran buku “Kisah Nun dan Kawan-Kawan” ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan bukti nyata geliat literasi di kalangan generasi muda Kabupaten Tegal. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan komunitas, bibit-bibit sastrawan cilik ini diharapkan dapat terus berkarya dan menginspirasi.
