
JAKARTA-Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyambut baik rencana Forum Lingkar Pena (FLP) menjalin kerja sama lebih erat. Hal itu berangkat dari kenyataan bahwa anggota FLP sudah banyak mengikuti program dan kegiatan yang diadakan Badan Bahasa, di antaranya sayembara menulis cerita anak dwibahasa, sayembara Gerakan Literasi Nasional, dan Bimbingan Teknis Literasi. Bahkan, dua tahun berturut-turut, 2023 dan 2024, FLP mendapatkan Bantuan Pemerintah dari Badan Bahasa untuk menjalankan kegiatan sastra di tanah air.
“Kami menunggu MoU dari FLP. Kami sangat terbuka untuk kerja sama di tahun 2026,” kata Hidayat Widiyanto, Kepala Bidang Peningkatan dan Penguatan Literasi, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra di Jakarta, Senin (24/11/2025). Hidayat mewakili pimpinan Badan Bahasa yang pada Senin pagi sedang menjalankan Rapat Pimpinan.

Menurut Hidayat, Badan Bahasa memiliki banyak program yang melibatkan penulis, komunitas sastra, komunitas literasi, dan sekolah. Terlebih mulai tahun ini tugas dan fungsi Badan Bahasa juga turut mendampingi sekolah dalam penguatan literasi.
Sementara Sugiarti, Ketua Umum FLP, menyampaikan bahwa anggota FLP yang tersebar di seluruh Indonesia sejak lama mengikuti program yang diadakan Badan Bahasa. Tak sedikit dari mereka yang meraih juara dari kompetisi itu. “Kami selalu menantikan dan berpartisipasi dalam setiap acara yang diadakan oleh Badan Bahasa,” katanya.
Anugrah Roby Syahputra, Sekretaris Jenderal FLP, bercerita bahwa jumlah anggota FLP yang sudah terdaftar dan memiliki Nomor Registrasi Anggota (NRA) sekitar 4.000-an. Itu belum termasuk ribuan anggota FLP yang sudah teregistrasi namun belum mendapatkan NRA. “Anggota FLP tersebar di seluruh Indonesia,” ungkapnya, “bahkan cabang kami di luar negeri ada di Jepang, Turki, Arab Saudi, dan Mesir. Mereka aktif semua.”

Febrio Rozalmi Putra, Kepala Sekolah Dasar di Pekanbaru, Riau, yang juga anggota Divisi Karya FLP, mengatakan guru-guru di sekolahnya menggunakan buku-buku digital yang diterbitkan Badan Bahasa melalui laman budi.kemendikdasmen.go.id. Cerita Rio membuat Hidayat menyampaikan tantangan, “Coba nanti guru-guru menggunakan buku digital Badan Bahasa di Interactive Flat Panel yang dimiliki,” ucapnya, merujuk pada program Kemendikdasmen yang tahun ini menargetkan seluruh sekolah di tanah air mendapatkan papan interaktif digital (Interactive Flat Panel). Buku digital terbitan Badan Bahasa, tambah Hidayat, juga dilengkapi audio (audio book) yang bisa dinikmati siapa saja.
Billy Antoro, Koordinator Divisi Penelitian dan Pengembangan FLP, menyatakan bahwa anggota FLP juga banyak yang berasal dari kalangan guru dan kepala sekolah. Mereka yang mengikuti beragam acara dan kompetisi yang diadakan Badan Bahasa. “Mereka sangat potensial menyukseskan acara Badan Bahasa terutama yang melibatkan siswa,” ujarnya.

Hidayat menanggapi hal itu dengan ajakan agar murid dan guru berpartisipasi dalam Majalah Liris yang diterbitkan Badan Bahasa. “Ayo guru dan murid kirim tulisan ke Majalah Liris,” katanya.
Audiensi pagi itu berjalan hangat. Baik Badan Bahasa maupun FLP menyampaikan program dan mengurai potensi kerja sama yang bisa dilakukan. Hidayat mendorong FLP untuk mengukuhkan kerja sama dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) yang sudah jelas bentuk kegiatannya. Sugiarti menyambut baik tawaran tersebut dan berharap MoU dapat segera dilakukan.
***
Ditulis oleh:
Billy Antoro, M.Pd.
Koordinator Divisi Penelitian dan Pengembangan BPP FLP 2025-2029
