Senin, April 13Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Ketua Dewan Pertimbangan Forum Lingkar Pena Pimpin Global Peace Convoy Indonesia

Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Forum Lingkar Pena (FLP), Dr. Maimon Herawati, memimpin misi kemanusiaan internasional sebagai Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), dalam upaya menembus blokade Gaza dan mengawal bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Peran strategis tersebut disampaikan langsung dalam Talkshow Interaktif Webinar Kepalestinaan yang digelar oleh Divisi Kepalestinaan Badan Pengurus Pusat FLP pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menunjukkan peran komunitas literasi dalam merespons krisis kemanusiaan global, khususnya di Palestina.

Dalam forum tersebut, Dr. Maimon yang berbicara dari Barcelona menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam Global Peace Convoy bukan sekadar aksi simbolik, melainkan bagian dari gerakan nyata masyarakat sipil global untuk menembus isolasi kemanusiaan di Gaza. Misi konvoi ini dijadwalkan bergerak mulai 12 April 2026 dengan tujuan membuka akses bantuan di tengah blokade berkepanjangan.

Ia juga menyinggung pentingnya dukungan publik dalam bentuk solidaritas konkret, termasuk gagasan patungan untuk pengadaan kapal kemanusiaan dengan tajuk “Menembus Blokade Gaza”.

Ketua Dewan Pertimbangan Forum Lingkar Pena Pimpin Global Peace Convoy

Sebagai ketua Dewan Pertimbangan FLP, Dr. Maimon juga mengingatkan pentingnya peran literasi dalam mengawal isu kemanusiaan. Menurutnya, komunitas penulis memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan narasi yang jelas, berbasis data, dan berpihak pada keadilan, terutama di tengah keterbatasan akses informasi akibat konflik.

Ia menyebut, sejak awal berdiri, FLP selalu mengusung nilai-nilai pembebasan dan kemanusiaan. Gerakan tersebut menjadi modal penting bagi organisasi untuk berkontribusi dalam advokasi global, tidak hanya melalui aksi langsung, tetapi juga melalui karya yang membangun kesadaran publik.

Lebih jauh, Dr. Maimon mengajak seluruh anggota FLP dan pegiat literasi di Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengawal narasi Palestina di ruang publik. Ia menilai bahwa perjuangan kemanusiaan tidak hanya berlangsung di medan konflik, tetapi juga melalui tulisan, media, dan distribusi informasi yang bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This