Rabu, Mei 6Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Bedah Novel “Merah Jambu” Karya Reni Juniarti: Menghadirkan Counter Discourse dalam Karya Sastra

Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Padang menggelar kegiatan bedah buku novel “Merah Jambu” karya Reni Juniarti pada Ahad, 3 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, khususnya pegiat literasi dan penulis muda.

Novel “Merah Jambu” mengangkat kisah tentang pengorbanan seorang bhayangkari dalam mendampingi suaminya yang berprofesi sebagai anggota kepolisian. Tema yang diusung menjadi menarik karena menghadirkan sudut pandang yang berbeda terhadap institusi kepolisian. Melalui cerita yang dibangun, penulis berupaya menunjukkan bahwa tidak semua sosok polisi dapat digeneralisasi secara negatif, melainkan memiliki sisi kemanusiaan, pengabdian, dan pengorbanan yang kerap luput dari perhatian publik.

Novel Merah Jambu Karya Reni Juniarti

Kegiatan bedah buku ini dimoderatori oleh Yudi Septawardana dan menghadirkan dua orang pembedah, yakni Dr. Elly Delfia, S.S., M.Hum. dan Dara Puspa Mulyana. Dalam pemaparannya, Dr. Elly Delfia menyoroti novel tersebut melalui pendekatan teori sastra, khususnya konsep counter discourse. Ia menjelaskan bahwa karya “Merah Jambu” dapat dibaca sebagai bentuk wacana tandingan terhadap narasi dominan yang selama ini berkembang di masyarakat terkait citra aparat kepolisian.

“Novel ini menghadirkan perspektif alternatif yang berusaha menyeimbangkan wacana publik. Di sinilah letak pentingnya karya sastra sebagai medium untuk menyampaikan suara-suara yang selama ini kurang terwakili,” ujar Dr. Elly.

Sementara itu, Dara Puspa Mulyana mengulas aspek penokohan dan konsistensi karakter dalam novel. Ia menilai bahwa kekuatan cerita terletak pada penggambaran watak tokoh yang relatif konsisten serta mampu membangun empati pembaca terhadap konflik yang dihadirkan.

FLP Padang Bedah Novel Merah Jambu Karya Reni Juniarti

Ketua FLP Cabang Padang, Najla Anissa Fatin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku kali ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan kegiatan sebelumnya. “Buku yang dibedah memberikan gambaran yang tidak biasa mengenai profesi polisi. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan baru terkait teori sastra, khususnya mengenai counter discourse,” ujarnya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan yang disampaikan dalam sesi diskusi. Salah seorang peserta, Rahmad Pandu Dwinata, mengaku termotivasi untuk terus berkarya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Saya semakin bersemangat untuk menulis, terlebih tema yang saya angkat juga berkaitan dengan dunia kepolisian,” ungkapnya.

Meskipun jumlah peserta yang hadir belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi panitia, kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Suasana diskusi terasa akrab dan interaktif, sehingga mendorong pertukaran gagasan secara terbuka di antara peserta.

Bedah Novel Merah Jambu Karya Reni Juniarti FLP Padang

Sebagai moderator, Yudi Septawardana dinilai mampu memandu jalannya acara dengan baik, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Alur diskusi yang tertata rapi turut mendukung terciptanya kegiatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, FLP Cabang Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong perkembangan literasi dan apresiasi sastra di tengah masyarakat, sekaligus membuka ruang diskusi kritis terhadap karya-karya yang menghadirkan perspektif baru dalam khazanah kesusastraan Indonesia.

*) Penulis: Najla Anissa Fatin (Ketua FLP Cabang Padang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This