Minggu, Juli 14Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti

Tag: Plagiarisme

Plagiarisme AS Laksana

Plagiarisme AS Laksana

Opini
AS Laksana membuat pengakuan yang menghebohkan. Cerpen berjudul "Bidadari Bunga Sepatu" yang dimuat Jawa Pos hari ini (6/6/2021) ternyata bukan karyanya. Ia sengaja mengirim cerpen itu ke Jawa Pos dengan mencantumkan namanya sebagai penulis. Tetapi sebenarnya, cerpen itu adalah karya muridnya di kelas menulis. AS Laksana hanya menyumbang paragraf pertama dan membantu mengeditnya. Dalam pengakuannya, yang ia tulis di FB, ia berkilah dengan alasan bahwa itu adalah caranya bersenang-senang, sekaligus membuktikan bahwa Jawa Pos dan media arus utama lainnya memuat karya lebih karena melihat nama besar. Itulah yang membuat "Bidadari Bunga Sepatu" dimuat dengan cepat.     Sebagian orang mungkin kagum dengan keberanian dan keterusterangan AS Laksana, tapi saya tidak. ...
Filosof Muslim Muhammad Naquib Al-Attas Mengenai Orisinalitas dan Plagiarisme

Filosof Muslim Muhammad Naquib Al-Attas Mengenai Orisinalitas dan Plagiarisme

Referensi
JAKARTA, FLP.or.id -- Muhammad Naquib Al-Attas bernama lengkap Syed Muhammad al Naquib bin Ali bin Abdullah bin Muhsin al Attas. Seperti direkam Wikipedia, ia dikenal sebagai cendekiawan dan filosof Muslim besar abad ini. Ia menguasai teologi, filsafat, metafisika, sejarah, dan sastra. Tak kurang ada 15 buku telah ditulisnya sepanjang tahun 1970 hingga tahun 2011. Kesemuanya menjadi rujukan utama banyak cendekiawan muslim kontemporer. Pria kelahiran Bogor, 5 September 1931 itu, di antaranya dikenal dengan gagasan besarnya mengenai Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer dan konsep ta'dib sebagai konsep pendidikan dalam Islam. Tulisan berikut ini ia kemukakan pada tahun 1980. Isinya adalah bagian kata pengantar bagi buku "Konsep Pendidikan dalam Islam." Tampak ia melawan plagiarisme dan me...
Memahami Proses Kreativitas, Epigonisme dan Plagiasi

Memahami Proses Kreativitas, Epigonisme dan Plagiasi

Pojok
PENDAHULUAN Plagiarisme yang berasal dari kata plagiat, menurut kamus KBBI pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan. Sementara itu, epigonisme berasal dari kata dasar epigon, yang artinya orang yang tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yang mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Proses Kreativitas, Epigonisme dan Plagiasi  sepertinya akan menjadi bahasan yang tidak akan pernah berhenti ketika ada sebagian pegiat literasi yang terjebak dalam bayang-bayang popularitas, ingin mendapatkan pengakuan dari publik, malas mencari bahan, terburu deadli...

Pin It on Pinterest