Rabu, Mei 11Literasi Berkeadaban - Berbakti, Berkarya, Berarti


Memaknai Arti Keihklasan di Film Hayya 2: Hope, Dream & Reality

Gala Premiere Hayya 2 Hope Dream Reality
Ket: Para pemain film Hayya 2

 

“Mba Wiwiek, bisa hadir di acara ini?”

Sebuah pesan dari Ketua Umum FLP, Gegge Mapanggewa, muncul di telepon pintar, disusul dengan foto undangan berwarna merah bertuliskan Gala Premiere Hayya 2: Hope,  Dream & Reality.

Tentu saja saya langsung mengiyakan tawaran tersebut. Sejak Hayya 1: The Power of Love tayang September 2019 lalu, saya sudah menantikan kapan sekuel film ini akan hadir di bioskop.

Gala premiere Hayya 2 diadakan di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan. Tepat pukul 17.00 WIB saya tiba di lokasi.  Suasana tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang yang sibuk berfoto di depan latar besar poster film Hayya 2. Saya segera menghampiri meja yang terletak di samping pintu masuk. Setelah menunjukkan salinan digital undangan, mereka memberikan dua tiket  dan beberapa suvenir. Film dimulai pukul 19.30 WIB, masih ada waktu untuk salat magrib.

Foto Bersama Helvy Tiana Rosa pada Gala Premiere Film Hayya 2
Bersama Helvy Tiana Rosa

Seperti Gala Premiere pada umumnya,  beberapa pemeran film, produser, sutradara, dan penulis skenario dihadirkan di depan layar. Oki Setiana Dewi selaku Produser Eksekutif menyampaikan bahwa film Hayya 2: Hope, Dream & Reality ini diproduksi tidak sekadar untuk mencari profit, tetapi juga ingin memberikan pesan tentang Palestina yang terkadang terlupakan.

Sementara Helvy Tiana Rosa sebagai produser film juga memberikan sambutan. Beliau mengatakan bahwa ada dua alasan kenapa Hayya kembali dihadirkan di bioskop tanah air.

Pertama, sebagai bentuk terima kasih  atas antusiasme penonton Hayya: The Power of Love yang disaksikan lebih dari 750.000 penonton saat dirilis tahun 2019.

Kedua, dari hasil penjualan tiket Hayya di tahun 2019, dana sejumlah Rp2,7 miliar telah didonasikan untuk Palestina dan mereka ingin agar bisa berdonasi lebih banyak lagi.

Selain Helvy, Asma Nadia turut hadir di acara gala premiere Hayya 2 tersebut. Dengan penuh semangat, ia mengajak penonton untuk meneriakkan yel-yel jaga Hayya di bioskop.

Film yang berdurasi 100 menit ini diadaptasi dari novel karya Helvy Tiana Rosa dan Benny Arnas. Selain dibintangi oleh pemain yang sebelumnya bermain di Hayya 1, film Hayya 2: Hope, Dream & Reality juga memunculkan wajah baru seperti Dhini Aminarti, Dimas Seto, Donny Alamsyah, Asri Welas, dan Cholidi Assadil Allam.

Foto Bersama Asma Nadia pada Gala Premiere Film Hayya 2.jpeg
Bersama Asma Nadia

Film ini dimulai dengan adegan Hayya yang sedang berada di salah satu LSM dan bersiap untuk dipulangkan ke Palestina. Rahmad mencoba untuk menemui Hayya, tetapi tidak diizinkan oleh pihak LSM. Hayya melihat Rahmad dan mencoba mengejarnya. Sayang, mobil Rahmad terus melaju meskipun Hayya mencoba memanggilnya.

Hayya melihat sebuah truk dan langsung bersembunyi di dalamnya. Singkat cerita, truk itu tiba di salah satu desa di Bandung Selatan. Hayya akhirnya memutuskan untuk keluar dan berjalan tanpa tujuan.  Dalam pelariannya, Hayya bertemu dengan Lia (Dhini Aminarti), seorang perempuan cantik dan baik hati, yang mengira Hayya adalah anaknya.

Hayya pun diajak Lia tinggal di rumahnya dan bertemu dengan suaminya Faisal (Dimas Seto). Faisal yang, pada awalnya bingung dengan kehadiran Hayya, akhirnya menganggap Hayya sebagai penyejuk bagi kehidupan rumah tangganya. Namun, ada satu tragedi yang kemudian membuat situasi menegangkan dan membuat film ini menjadi sangat menarik.

Secara keseluruhan, film Hayya 2 dibuat dengan konsep yang lebih matang dibandingkan Hayya 1. Selain segi sinematografi dan jalan cerita yang lebih bagus, pemilihan Dhini Aminarti dan Dimas Seto sebagai pemeran Lia dan Faisal menjadi nilai lebih. Selain itu, film ini juga mengajarkan keikhlasan tanpa menggurui. (EA)

***

Film Hayya 2: Hope, Dream & Reality ini akan tayang serentak di bioskop pada tanggal 24 Maret 2022.

Yuk, dukung film ini dengan menontonnya di hari pertama! Jangan lupa untuk menuliskan kesan positifnya di media sosial dengan menggunakan tagar #jagahayyadibioskop dan #flpdukunghayya.

—-

Ditulis oleh Wiwiek Sulistyowati, Koordinator Divisi Humas BPP FLP masa bakti 2021-2025

7 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pin It on Pinterest

Share This