Majalah Digital FLP Edisi Desember 2020

admin

FLP.or.id,- Desember bukan hanya datang membawa hujan melainkan juga ingatan- ingatan pada resolusi yang pernah ditanam dalam catatan harapan di awal tahun. Pandemi mungkin membuat resolusi itu layu sebelum berkembang dan tak ada yang bisa dikaleidoskopkan, tetapi bukan berarti Desember kali ini harus menjadi Desember kelabu karena survive di tengah pandemi adalah kesyukuran tak terhingga. Data dari JHU CSSE COVID-19 Data, korban meninggal akibat COVID-19 per hari ini (21/12/20) adalah 19.659 jiwa. Jumlah ini masih akan terus bertambah karena pandemi belum memberi tanda akan berakhir kapan. Semoga pandemi segera berlalu.

Tahun 2020 ini sangat identik dengan Corona. Virus impor dari China ini benar-benar membuat sepanjang tahun 2020 sebagai lembaran baru. Pertemuan tatap muka berganti dengan saling tatap di layar, ke mana-mana harus dengan masker, menjaga jarak, dan banyak hal baru yang harus dijalani dan dipaksakan menjadi kebiasaan. Tak heran jika ada yang berseloroh di medsos bahwa tahun 2020 hanya ada Januari, Februari, dan Corona. Namun, tentu saja pandemi COVID-19 hanya datang untuk membatasi pergerakan, bukan menghentikannya.

Pandemi ini bahkan membuat pertemuan FLP di beberapa wilayah dan cabang malah semakin intens meski dengan virtual. Tahun 2020 yang dibuka dengan agenda akbar FLP dengan Milad ke-23 di Lampung, ternyata harus ditutup dengan agenda akbar Silnas secara virtual. Tentu saja, agenda-agenda lain tetap berjalan, seperti beberapa wilayah dan cabang yang mengadakan Muswil dan Muscab dengan cara virtual. Agenda besar FLP di 2021 adalah Munas VI, semoga bisa terlaksana dengan tatap muka, demi menghapus rindu bertemu di agenda empat tahunan ini.

Meski pandemi, prestasi anggota FLP di tahun ini sangat banyak jika dikaleidoskopkan. Di Kompetisi Menulis Indiva ada Sinta Yudisia (Juara I) dan Aprilina Prastari (juara III) di kategori nonfiksi populer sedangkan di kategori novel anak ada Eika Vio sebagai pemenang II dengan judul novel Satya. Di seleksi Musyawarah Nasional Sastrawan III Badan Bahasa, Kemdikbud, ada juga S. Gegge Mappangewa, Akhi Dirman, Cak Sudi, dan Wylvera Windayana.

Di Sayembara Gerakan Literasi Nasional, yang juga diselenggarakan oleh Badan Bahasa, masih ada nama S. Gegge Mappangewa dan Ali Muakhir. Di lomba cerpen yang diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), S. Gegge Mappangewa muncul sebagai Harapan I dan Sandi Warman, juga dari Sulsel, muncul juga sebagai pemenang lomba cerpen di Kemenparekraf. Titaq Muttaqwiati juga terpilih sebagai guru inovatif di Kemendikbud. Masih dari Badan Bahasa, Kemdikbud, Mashdar Zaenal terpilih sebagai Sastrawan Berkarya ke Wilayah 3T. Waah banyak ya? Sangat banyak.

Itu hanya sebagian, beberapa prestasi lain tidak terbidik optik redaksi untuk dikaleidoskopkan. Semoga ke depan, FLP semakin banyak menghasilkan penulis berprestasi dan tentu saja dengan tulisan yang tetap mencerahkan karena FLP adalah ladang untuk Berbakti, Berkarya, Berarti.

Silakan Download di Sini