Ayat-ayat Cinta 2, yang Psikologis dan yang Sosiologis

4 menit baca | SENANDIKA, FLP.or.id – Setiap film memiliki titik krusial dalam keterhubungannya dengan penonton. Titik krusial ini juga yang kemudian bisa menjadikan film tertentu dimasukkan pada genre tertentu. Sudah pasti titik krusial itu pula yang digarap penulis skenario dan sutradara film untuk membangun identitas film yang sedang digarapnya. Namun, tidak jarang film yang tidak […]

Narasi Perdamaian Film Ayat-Ayat Cinta 2

4 menit baca | Ayat-Ayat Cinta 2 (2017) (selanjutnya disingkat AAC 2), hadir pada saat yang tepat. Ia sepertinya dilahirkan dari rahim problematika mendasar umat Islam global. Hal ini menjadi berkah tersendiri, tentu saja, bukan hanya untuk Habiburrahman el Shirazy, sang penulisnya, tetapi juga untuk pembaca/penonton dan industri yang mengusungnya. Berkah momen saat diperlukannya artikulasi […]

Perspektif (1)

3 menit baca | Akhirnya Munas IV FLP tuntas digelar dengan menghasilkan berbagai perbaikan. AD/ART yang terus disempurnakan sampai terpilihnya Ketua Umum FLP 2017-2021. Tentu saja, terdapat dinamika yang menandakan kedewasaan gerak organisasi tersebut, sejak pengusungan bakal calon, kampanye-kampanye para pendukung dan bakal calon di medsos, sampai lobi-lobi politik menjelang pemillihan. Menariknya, semua itu dilakukan […]

Religiositas Terpecah Chairil Anwar (Bagian 2 – Selesai)

5 menit baca | DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku/Dalam termangu/ Aku masih menyebut namamu //Biar susah sungguh/mengingat Kau penuh seluruh// cayaMu panas suci/tinggal kerdip lilin di kelam sunyi //Tuhanku //aku hilang bentuk/remuk//Tuhanku//aku mengembara di negeri asing // Tuhanku /di pintuMu aku mengetuk/ aku tidak bisa berpaling. 13 November 1943 Puisi tersebut adalah ikon dari religiusitas […]

Manusia dan Usaha Mereka-reka Pengalaman; Sebuah Pemetaan Tradisi Bercerita

10 menit baca | Manusia dan Kehidupan             Kebudayaan yang merupakan representasi alur kehidupan manusia adalah sebuah makrokosmos bagi dunia ingatan manusia. Dunia ingatan yang kemudian memunculkan aksi penggumpalan-penggumpalan peristiwa dalam ruang lingkup memori dan cita-cita. Memori memunculkan aspek kesejarahan sedangkan cita-cita memunculkan aspek harapan dan imajinasi. Pada titik ini muncullah apa yang disebut mimesis[1]. […]