daeng gege
Berita, BPP, Cerpen, Kabar, Pilihan Editor, Wawancara

Wawancara Eksklusif Bersama Juara Cerita Rakyat Nusantara 2015

2

4 menit baca |

Halo FLP’ers. Kita akan berkenalan dengan  juara pertama Lomba Cerita Rakyat  Nusantara 2015 yang diadakan Kemendikbud. Yuk, langsung saja kita kenalan dengan Sabir atau yang lebih kita kenal, Daeng S. Gegge Mappangewa.  Selamat membaca!

daeng gege

Daeng Gege saat penyerahan hadiah lomba Cerita Rakyat Nusantara 2015

Kapan Daeng Gegge  mulai menulis dan kenapa menulis?

Saya mulai menulis sejak SD kelas lima. Pertama kali menjadi pemenang lomba mengarang tingkat kecamatan di acara HUT RI.  Saat SMP saya sudah mengirim cerpen ke media nasional, setelah dikonsultasikan kepada guru Bahasa Indoenesia. Saya menulis karena ingin melihat nama saya ada di media. Setiap saya membaca cerpen, saya selalu membayangkan nama penulis di bawah judul cerpen itu adalah namaku.  Jadi setiap selesai membaca cerpen, saya selalu berusaha untuk  melanjutkannya dengan menulis  cerpen juga.

Siapa yang mendidik atau mengajari Daeng Gegge  menulis?

Autodidak. Tapi saya sejak kecil memang suka membaca. Ketika teman-teman SD saya asyik bermain di lapangan, saya lebih senang  masuk perpustakaan untuk membaca.  Mungkin karena tidak ada yang mendidik, akhirnya saya butuh waktu yang cukup lama (sembilan tahun) untuk bisa menembus media. 

Buku apa yang menginspirasi Daeng Gegge ?

SMP saya membaca buku, “Mengarang Itu Gampang” karya Arswendo Atmowiloto. Buku itu adalah buku kakak teman saya yang kuliah di Makassar. Saya benar-benar percaya bahwa mengarang itu gampang meskipun tulisan saya belum juga termuat hingga bertahun-tahun.

Apa kegiatan Daeng Gegge  selain menulis? Apakah keluarga mendukung?

Saya guru sekaligus Kepala SMA Plus Al Ashri Global Mandiri Telkomas Makassar.  Keluarga sangat mendukung saya nyambi sebagai penulis.

Bagaimana Daeng Gegge  membagi waktu penulis, mengajar dan keluarga?

Membagi waktu  menulis, mengajar dan keluarga  memang berat. Terutama jika ada undangan bawa materi di luar kota dan bermalam, otomatis waktu  untuk bersama keluarga akan tersita. Prinsip saya, jika tak punya banyak waktu luang untuk keluarga dan karier, paling tidak  bisa memanfaatkan waktu luang yang sedikit itu.

Berapa  lama Daeng Gegge  menyelesaikan tulisan?

Untuk cerpen, saya pernah menyelesaikannya dalam watu tiga  jam. Itu ketika saya menjadi kontributor cerpen di media remaja yang menuntut saya harus produktif. Tapi jika untuk lomba, apalagi setelah masuk dunia kerja, untuk sebuah cerpen saya kadang harus menghadapinya berhari-hari, tapi sekali menulis satu sampai dua jam, saya tinggal lagi. Apalagi kalau deadline-nya masih lama, saya nggak butuh buru-buru tapi biasanya kalo tulisan sudah mengalir, saya yang penasaran untuk menyelesaikannya karena ingin tahu endingnya akan seperti apa. Jadi, kadang saya menemukan ide, tapi belum punya ending.

Apa pentingnya organisasi kepenulisann menurut Daeng Gegge ?

Sangat penting. Di komunitas dalam hal ini FLP, saya bisa berbagi dengan teman-teman yang lain.  Saya termotivasi untuk terus menulis setiap bertemu dengan teman-teman.  Saya memang tidak lahir di FLP, tapi saya  besar dan merasa berarti di FLP.

Apa alasan Daeng Gegge  sering ikut lomba menulis?

Saya suka ikut lomba, selain karena hadiahnya, juga karena lomba ada deadline. Saya termasuk penulis spesialis deadline.

Daeng Gegge di depan profilnya

Daeng Gegge di depan profilnya

Bagaimana mempersiapkan diri sebelum lomba? Apa saja tips strategi menang lomba?

Persiapannya,  mencari ide yang tepat.  Terkadang saya harus mengeksekusi beberapa ide untuk kemudian saya tulis. Saya benar-benar harus teliti dipemilihan ide ini. Setelah ide ditemukan ( ide yang  unik, menurutku) saya berusaha menulisnya tanpa ada beban bahwa cerpen yang saya tulis ini adalah untuk lomba. Jika terbebani, kadang tak ada yang bisa saya tulis. Sebisa mungkin saya mengendapkan dulu tulisan yang saya akan ikutkan lomba. Saya  tetap butuh waktu berpikir, sudah logiskah semua yang saya tulis, sudah tepatkah ending yang saya ambil. Saya terkadang tiga kali ganti ending baru kemudian merasa telah menemukan ending yang tepat. Saya juga berusaha punya proofreader. Sebelum kirim ke panitia lomba, saya meminta proofreader saya untuk membantu mencari hal yang tidak logis, kesalahan ketik, atau bahkan penggunaan kalimat yang tidak baku. Saya benar-benar harus teliti karena saya sadar naskah saya akan bertarung dengan ratusan bahkan ribuan peserta.

Apa ide yang kuat pilihan juri menurut Daeng Gegge ?

Tergantung lombanya. Tapi selama ini, semua lomba yang saya ikuti dan saya menjadi pemenangnya, ide yang saya angkat selalu tentang lokalitas, kearifan lokal.

Bagaimana proses kreatif Daeng Gegge menulis untuk  lomba cerita rakyat hingga menjadi juara pertama?

Proses kreatif menang lomba cerita rakyat, sama dengan menulis cerpen atau novel. Bedanya hanya persoalan  jenis cerita atau tulisan. Saat pemilihan ide, saya berusaha untuk mencari cerita rakyat yang paling saya kuasai tapi belum pernah dibukukan sebelumnya. Setelah mendapat idenya, saya observasi dan berusaha untuk memunculkan sisi lain yang belum pernah diceritakan sebelumnya. Cerita rakyat saya tentang “Nenek Mallomo” kemarin, saya banyak menuliskan kisah atau adegan yang pernah saya dengar dan ternyata  saat saya searching di mesin pencari, adegan itu tidak pernah diangkat di buku ataupun blog pribadi.

Apa pesan Daeng Gegge  untuk penulis pemula?

Jika kamu punya mimpi untuk menjadi penulis, jangan berhenti sebelum menemukan namamu di media atau sebagai pemenang lomba. Setiap pemula  punya jarak yang berbeda untuk tiba di finish. Saya butuh waktu sembilan tahun, jika saya berhenti di tahun kedelapan, saya tidak akan  bisa jadi penulis seperti sekarang.  Lomba selalu menyediakan lawan tangguh, setiap saya menang (lomba), saya merasa bahwa saya bukan hanya menang bertarung  tapi juga menang berdoa.

Nah, teman-teman semoga makin semangat belajar menulis, ya! Semoga bermanfaat, salam literasi! (Laporan Naqiyyah Syam).

 

Ihwal Sang Penulis / 

Naqiyyah Syam

Nuun. Jangan dipendam. Jangan sembunyikan. Berbagilah kabar. Berkirimlah karya. Layangkan ke editorcantik[at]gmail[dot]com, untuk disyiar di laman kita.


2 Tanggapan

  1. Afifah Afra 25 Nov 2015 pada 5:27 am -  Balas

    Tahniah buat Daeng Gegge…
    Inspiratif nih wawancaranya.

  2. Wiwid6 19 Agu 2016 pada 12:30 pm -  Balas

    Menginspirasi sekali. Suka Dan setuju quotenya. Jika aku menang lomba, aku bukan saja menang bertarung, tetapi aku juga memang berdoa

Sila berbagi tanggapan

Alamat email Anda takkan dipublikasikan. Ada tanda pada bagian yang wajib diisi *

Kabar Berita

Login

Latest Tweets

Agenda LITERASI

  • juara-lomba-esai-aku-dan-flp2

    Pengumuman Pemenang Lomba Esai Aku dan FLP 2016

    1 menit baca | Bismillahirrahmanirrahim Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT alhamdulillah  telah terpilih pemenang lomba esai “Aku dan FLP 2016”. Berikut ini adalah nama-nama pemenang, berikut link tulisan mereka dan hadiah yang akan mereka dapatkan dalam Lomba ini.   JUARA 1 Sayekti Ardiyani (https://boemisayekti.wordpress.com/2016/09/27/dari-novel-flp-hingga-skripsi/) Mendapatkan uang tunai Rp 750.000,- + piagam + paket…

  • creative-writing-contest

    Daftar Peserta Lomba Menulis: Aku dan FLP

    2 menit baca | Bismillahirrahmanirrahim … Berikut ini adalah daftar peserta  Lomba Menulis: Aku dan FLP.  InsyaAllah panitia akan terus memperbaharui daftar peserta hingga selesai masa tenggat waktu pengumpulan naskah, yaitu tanggal 30 Oktober 2016, pukul 23.59 WIB. Jangan sampai ketinggalan ya.  Informasi lomba bisa dibaca Lomba Menulis “Aku dan FLP”.  Terima kasih. CATATAN:  Jika…

  • talkshow-menulis-flp-wilayah-lampung-2016

    Bagi Kamu Generasi Muda Lampung! Mari Sambut Seruan “Lampung Menulis, Terbitkan Karya Berseri!”

    1 menit baca | JAKARTA, FLP.or.id — Bandar Lampung adalah ibu kota provinsi Lampung. Ia dikenal sebagai Kota Tapis Berseri. Slogannya terpampang di atas gapura kota: Tertib, Aman, Patuh, Iman, Sejahtera, serta Bersih, Sehat, Rapih, dan Indah. Mengusung tema “Lampung Menulis, Terbitkan Karya Berseri!”, Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Lampung akan menyelenggarakan Talk Show Menulis…