writing
BPP, Pilihan Editor, Pojok

Menulis Kreatif Seperti Bermain Akrobat

0

1 menit baca |

Menulis kreatif itu seperti bermain akrobat. Ambil contoh: berakrobat dengan sepeda motor. Untuk bisa berakrobat dengan sepeda motor, Anda harus sudah mahir mengendarai motor tersebut. Anda harus sudah secara otomatis tahu kapan harus menarik gas, kapan mengerem, kapan membelok, dsb. Setelah itu, Anda harus berlatih bagaimana mengendarai motor dengan salah satu ban terangkat ke udara (standing), meloncat (jumping), berdiri di atas motor; mengendalikan motor dengan kaki, berputar-putar di dalam kandang besi yang bulat, hingga jumping sambil bersalto.

Ketika menulis kreatif, Anda sedang berakrobat dengan bahasa. Sebelum dapat berakrobat, Anda harus sudah mahir menggunakan bahasa. Anda harus sudah secara otomatis tahu di mana meletakkan tanda baca, kata apa yang diawali huruf kapital atau dimiringkan, imbuhan apa yang akan Anda gunakan, istilah apa yang akan Anda pakai, struktur dan jenis kalimat seperti apa yang akan Anda susun, dan tipe paragraf apa yang akan Anda rangkai.

Namun, jangan pula beranggapan bahwa yang bisa menulis kreatif hanya mahasiswa bahasa dan sastra. Itu anggapan yang sama sekali tidak benar. Cara menguasai bahasa tidak melulu dengan metode klasikal (sekolahan). Bisa juga dengan autodidak/ by doing. Ini hanya soal cara belajar.

Menulis kreatif bisa dilakukan oleh orang dari bidang ilmu apa pun. Andi Hakim Nasution adalah ahli ilmu pertanian yang mampu menuliskan ilmu pertanian melalui tulisan kreatif. Teuku Jacob adalah arkeolog yang mampu menuliskan ilmu arkeologi melalui tulisan kreatif. Hadi Susanto adalah matematikawan yang mampu menuliskan matematika melalui tulisan kreatif. Taufiq Ismail adalah sarjana kedokteran hewan. Sutardji Calzoum Bachri adalah sarjana ilmu politik. Goenawan Mohammad adalah sarjana psikologi. Bahkan, menulis kreatif bisa dilakukan oleh orang yang tidak/belum pernah kuliah. Wiji Thukul adalah buruh pabrik. Aveus Har adalah pedagang mie ayam. Joni Ariadinata (saat belajar menulis cerpen) adalah tukang becak dan kuli bangunan.

Kunci dari penguasaan kemampuan menulis kreatif adalah Anda memiliki hasrat puitik, memiliki kesabaran dalam belajar, dan memiliki kedisiplinan dalam berlatih. Tak satu pun dari ketiga hal itu akan Anda dapatkan dari kampus atau dari seminar atau dari pelatihan. Anda bisa mendapatkannya di mana saja: di tengah keriuhan kota, juga di dalam kesunyian rimba belantara.

*Topik Mulyana. Dosen Filologi di FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang, Kritikus Sastra. Koordinator Divisi Karya BPP FLP 2013 – 2017.

Ihwal Sang Penulis / 

admin

Admin adalah administrator laman FLP.OR.ID

Nuun. Jangan dipendam. Jangan sembunyikan. Berbagilah kabar. Berkirimlah karya. Layangkan ke editorcantik[at]gmail[dot]com, untuk disyiar di laman kita.


Sila berbagi tanggapan

Alamat email Anda takkan dipublikasikan. Ada tanda pada bagian yang wajib diisi *



Latest Tweets

Kabar Berita

Login

Agenda LITERASI

  • juara-lomba-esai-aku-dan-flp2

    Pengumuman Pemenang Lomba Esai Aku dan FLP 2016

    1 menit baca | Bismillahirrahmanirrahim Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT alhamdulillah  telah terpilih pemenang lomba esai “Aku dan FLP 2016”. Berikut ini adalah nama-nama pemenang, berikut link tulisan mereka dan hadiah yang akan mereka dapatkan dalam Lomba ini.   JUARA 1 Sayekti Ardiyani (https://boemisayekti.wordpress.com/2016/09/27/dari-novel-flp-hingga-skripsi/) Mendapatkan uang tunai Rp 750.000,- + piagam + paket…

  • creative-writing-contest

    Daftar Peserta Lomba Menulis: Aku dan FLP

    2 menit baca | Bismillahirrahmanirrahim … Berikut ini adalah daftar peserta  Lomba Menulis: Aku dan FLP.  InsyaAllah panitia akan terus memperbaharui daftar peserta hingga selesai masa tenggat waktu pengumpulan naskah, yaitu tanggal 30 Oktober 2016, pukul 23.59 WIB. Jangan sampai ketinggalan ya.  Informasi lomba bisa dibaca Lomba Menulis “Aku dan FLP”.  Terima kasih. CATATAN:  Jika…

  • talkshow-menulis-flp-wilayah-lampung-2016

    Bagi Kamu Generasi Muda Lampung! Mari Sambut Seruan “Lampung Menulis, Terbitkan Karya Berseri!”

    1 menit baca | JAKARTA, FLP.or.id — Bandar Lampung adalah ibu kota provinsi Lampung. Ia dikenal sebagai Kota Tapis Berseri. Slogannya terpampang di atas gapura kota: Tertib, Aman, Patuh, Iman, Sejahtera, serta Bersih, Sehat, Rapih, dan Indah. Mengusung tema “Lampung Menulis, Terbitkan Karya Berseri!”, Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Lampung akan menyelenggarakan Talk Show Menulis…