BPP, Pilihan Editor, Pojok

Menulis Artikel Jurnal

4 menit baca |

Pada Selasa 21 Februari 2017 saya mengikuti kegiatan writing journey yang diadakan oleh Miriam Budiarjo Research Center (MBRC) FISIP UI yang diadakan oleh Dosen Antropologi FISIP UI Dr. Suraya Afiff bertempat di Lantai MBRC.

Dalam paparannya, Ibu Soraya menjelaskan beberapa tips dalam menulis artikel jurnal. Hal pertama yang penting dilakukan adalah memulai menulis dan tidak menunda-nunda. Yang kedua sisihkan waktu untuk menulis.

Mengatasi Kebuntuan Menulis

Kemudian tiap penulis pasti mengalami “kebuntuan menulis” atau writer’s block. Mengutip Chuck Sambuchino dalam artikelnya “7 Ways to Overcome Writer’s Block” (5 Mei 2013), ia memberikan beberapa tips, sebagai berikut.

  1. Lakukan sesuatu yang membuat diri kita nyaman dan bisa menulis. Step away from whatever you’re writing and do anything that’s creative. Jika terjebak dalam writer’s block, “do something creative yang membuat anda nyaman.”
  1. Do freewriting. Menulis apa saja selama 5 menit tanpa berhenti. Hal itu akan men-trigger brain kita. Jangan berhenti, jangan diedit. Jangan dilihat ini jelek atau bagus. Setelah baca lagi kita akan dapat hal-hal yang menarik dari situ. Orang yang rajin menulis akan mudah menulis karena otaknya dipakai untuk menulis. Dari tulisan tersebut akan muncul, “oh, saya harus memulai menulis dari sini!”
  1. Move your body. Olahraga, jalan-jalan.
  1. Eliminate distractions. Saat ini yang paling banyak mengganggu kita adalah whatsapp. Atur segala sesuatunya. Hilangkan hal yang membuat kita distructed untuk suatu waktu yang kita butuhkan untuk menulis.
  1. Write early in the worning. Setelah subuh pagi-pagi usahakan menulis.
  1. Write while you sleep. Malam sebelum tidur adalah waktu yang baik untuk menulis. Terkadang kita akan mendapatkan ide di pagi hari.
  1. If nothing else works: the Glass-of-Water Technique. Ambil segelas air dan bilang “besok saya ingin menghasilkan sebuah tulisan”. Kemudian minum setengah air. Tidak harus pakai air sebenarnya, bisa pakai apa saja yang intinya menstimulasi diri sendiri untuk bisa menulis.

Find your ways untuk melihat mana waktu yang membuat kita nyaman untuk menulis!

Tiap orang pasti berbeda kecepatannya dalam menulis. Tiap kita haruslah mencari cara kita dalam menulis. Tidak usah berharap menjadi Hemingway, atau menjadi “the next Goenawan Mohamad.”

Dari semua tips menulis, hal yang paling penting adalah: mental. Semangat, persistence, tidak mudah menyerah.

Deadline sangat bagus untuk mengeluarkan ide-ide kita. Itulah kenapa conference banyak sekali manfaatnya karena kita dipaksa untuk menulis.

Artikel yang Berpotensi diterbitkan

Sebuah artikel dapat diterbitkan karena beberapa hal:

  1. Artikel tersebut membawa ide baru untuk sesuatu yang sudah diketahui orang. Tulisan tersebut membawa sesuatu yang baru dalam perdebatan yang berlangsung lama. Harus ada sesuatu yang baru. Karya disertasi misalnya, dari lima bab dapat diambil satu saja untuk menjadi jurnal internasional. Pertama, tentukan tulisan itu terkait debat tentang apa dan kedua, artikel itu menyumbang tentang apa dalam ilmu pengetahuan.
  1. Membangun a new way (metode, desain riset, teori) yang menjelaskan pendekatan terhadap data yang lama. Bisa jadi ada data riset kita yang lama kemudian di masa depan kita gunakan tapi dengan pendekatan yang baru.
  1. Menggabungkan antara dua data lama dengan pendekatan yang baru.

Intinya, apa yang baru dari hal-hal yang telah diketahui umum?

“Tell me something I don’t know so I can understand better what I do know.”

Contoh, ada perdebatan dalam REDD di dunia soal failed dan success. Suraya mengatakan bahwa tidak penting sukses atau tidak sukses tapi apa efeknya bagi civil society. REDD di Indonesia memberikan space tertentu dalam isu land rights, adat rights untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Di Afrika mungkin REDD membuat orang Afrika kehilangan akses pada pekerjaan tapi berbeda di Indonesia. Jadi, ketika orang berdebat tentang gagal atau sukses, kita membahas tentang efek bagi masyarakat.

“If your idea is new but not related to the old (usually previous research), your article will not be published.”Ini yang paling susah. Maka membutuhkan banyak bacaan jurnal yang menjelaskan tentang debat-debat dalam bidang tersebut. Misalnya, soal pembangunan: ada berapa orang yang bicara tentang pembangunan? Apa debatnya?

Buku James Ferguson “The Anti-Political Machine” yang meneliti tentang pembangunan di Lesotho. Pembangunan di sana membuka banyak akses walaupun berbagai proyek gagal total. Maka, kita perlu melihat berbagai data yang ada kemudian membuat pandangan baru.

Selalulah cari sesuatu yang baru yang berkontribusi pada sesuatu yang telah ada.

Jurnal adalah sebuah dialog, maka tempatkanlah tulisan kita dalam dialog dengan tulisan orang lain.

Langkah kerja di kelas ini:

  1. Pilih jurnal yang menjadi target publikasi dan pelajari. Tentang apa jurnal tersebut, apakah menerima kualitatif atau kuantitatif? Format jurnalnya bagaimana? Apakah ia menerbitkan topik yang akan kita tulis? Tingkat kesulitannya bagaimana?
  1. Membangun argumen—apa hal baru di naskah kita dalam konteks yang selama ini sudah diketahui orang secara luas?
  1. Menulis abstrak. Harus menarik.
  1. Memilih struktur tulisan dan menyampaikan bukti-bukti (evidence) untuk mendukung setiap argument/pernyataan. Kita bisa mencontoh cara menulis orang lain. Lihat struktur tulisan yang diterima di sebuah jurnal. Semua statement harus ada buktinya.
  1. Memperhatikan pembuka dan penutup artikel.
  1. Revisi, revisi, dan revisi draft artikel (bahasa, alur naskah, pernyataan argument, kecukupan bukti, referensi, dan aspek teknis lainnya).
  1. Mengirimkan naskah hanya ke satu jurnal dan tunggu jawabannya.
  1. Revisi naskah dan re-submitted.

Demikian sedikit catatan dari kegiatan hari pertama tadi.

*Yanuardi SyukurPengurus FLP Pusat Divisi Karya periode 2013 – 2017. Penerima Beastudi Etos Dompet Dhuafa 2001-2003. Dosen Program Studi Antropologi Sosial Universitas Khairun, Ternate.

Ihwal Sang Penulis / 

Yanuardi Syukur

Nuun. Jangan dipendam. Jangan sembunyikan. Berbagilah kabar. Berkirimlah karya. Layangkan ke editorcantik[at]gmail[dot]com, untuk disyiar di laman kita.




Untuk pemesanan
cukup klik Mizanstore
Atau telepon 089616676975

Sayap-Sayap Rahmah
Buku Ketiga dari Seri Sayap Sakinah
Karya Duet Afifah Afra dan Riawani Elyta
Harga 50,000
Order ke: 0819 04715 58


Novel "Meja Bundar"
Karya @hendraveejay & @elmanohara
Pesan via LINE: bitread_id
Pesan via Whatsapp:
0838-9079-0002, 0823-2006-3397


Klik Gambar untuk Memperbesar




Latest Tweets

Kabar Berita

Login

Agenda LITERASI

  • DCIM100GOPRO

    Munas ke-4 Forum Lingkar Pena, Menjaga Identitas Bangsa di Era Digital

    2 menit baca | BANDUNG, FLP.or.id – Seiring dengan perkembangan zaman, penulis sebagai bagian dari masyarakat yang melek literasi terus ditantang untuk berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Apalagi pada era digital seperti sekarang ini, tantangannya semakin besar. Terlebih lagi, hingga saat ini Bangsa Indonesia masih tergolong sebagai negara dengan minat baca yang masih rendah sehingga…

  • kisah-mister-flp-kaskus

    Kolaborasi FLP dan Kaskus Creator Akan Bahas Penulisan Kisah Misteri

    tak sampai 1 menit baca | Forum Lingkar Pena (FLP) mengadakan kolaborasi dengan salah satu kegiatan rutin KASKUS Creator, yaitu KOPDAR KASKUS Creator. Hadir sebagai pembicara dari FLP adalah penulis Koko Nata. Ajang kopi darat itu biasa diisi sharing perihal dunia tulis-menulis. Di sana, peserta kopdar dapat berdiskusi seputar tips dan teknik menulis. KOPDAR KASKUS…

  • workshop-kepenulisan-flp-munas-4

    Kamu Mau (Makin) Bisa Nulis Travel Writing, Cerita Humor, Puisi, dan Skenario? Workshop Kepenulisan Munas ke-4 FLP Ini Layak Kamu Ikuti

    1 menit baca | Apakah kamu pecinta jalan-jalan, penikmat komedi, peminat puisi, atau penyuka film yang ingin merasakan ‘nikmat’nya jadi produsen karya? Jika iya, maka agenda awal November 2017 ini niscaya sayang untuk dilewatkan. Terutama bagi kamu yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Dalam rangka pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IV Forum Lingkar Pena (FLP), panitia…


Peringkat Alexa