foto FLP-mui3
Berita

Catatan Silaturahmi Media Islam dengan MUI (6): Proses Penetapan Fatwa MUI

0

1 menit baca |

Salah satu materi penting dalam pertemuan ini adalah soal proses penetapan fatwa MUI. Terkait fatwa penodaan agama yang dilakukan Ahok misalnya, ada yang mengatakan bahwa fatwa itu bersifat pesanan dari orang-orang tertentu. Akan tetapi, dibantah oleh Dr. KH. Cholil Nafis (Ketua Komisi Dakwah MUI), Ir Sumunar Jati (Wakil Direktur LPPOM MUI) dan Dr. Asrorun Niam Sholeh (Sekretaris Komisi Fatwa MUI) yang menjelaskan dalam sesi “Isu public MUI: Fatwa Halal dan Keuangan Islam.”

Dr. Cholil menjelaskan bahwa proses penetapan fatwa tidak satu kali duduk, akan tetapi dilakukan dalam kajian berkali-kali dan tidak asal-asalan. Adanya kelompok di luar MUI yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) yang beberapa anggotanya merupakan pengurus MUI menurut Cholil adalah baik dalam arti untuk mensosialisasikan fatwa-fatwa MUI.

“Akan tetapi secara internal, MUI juga memiliki pengawal fatwa tersendiri yaitu Dewan Pengawas Syariah,” kata Cholil Nafis yang juga menambahkan bahwa fatwa MUI ada yang bersifat mengikat (mulzim) namun ada juga yang tidak mengikat secara undang-undang.

Dalam prosesnya juga, ada fatwa yang dibuat karena permintaan pemerintah untuk memperjelas sebuah masalah keagamaan seperti kasus Lia Eden dan Mushaddeq, namun ada juga fatwa yang lahir dari pertanyaan masyarakat kemudian dibahas oleh MUI dan dikeluarkan fatwa tentang itu seperti kasus penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

Dalam hal pengawalan fatwa lagi, kata Cholil Nafis, MUI tidak memiliki kepentingan tiap fatwanya dikawal akan tetapi menjadi kewajiban tidak muslim untuk mengamalkannya, termasuk kewajiban untuk menangkal berita bohong yang cepat sekali beredar di masyarakat.

Sumunar Jati menjelaskan tentang pentingnya kejelasan halal dalam sebuah produk yang membuat LPPOM dianggap sebagai sumber keuangan bagi MUI. LPPOM bekerja dalam konteks untuk memberikan kejelasan apa saja produk yang halal untuk dikonsumsi umat Islam.

Sementara itu, Dr. Asrorun Niam Sholeh menjelaskan bahwa fatwa lahir sebagai jawaban atas pertanyaan masyarakat terkait masalah keagamaan yang berlaku untuk umum. “Fatwa MUI mempertimbangkan juga masalah sosial-kemasyarakatan,” kata beliau.

Untuk memperjelas soal penetapan fatwa ini, tiap peserta juga dibagian sebuah buku tipis yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI berjudul “Pedoman Penetapan Fatwa.” *

*Yanuardi SyukurPengurus FLP Pusat Divisi Karya periode 2013 – 2017. Penerima Beastudi Etos Dompet Dhuafa 2001-2003. Dosen Program Studi Antropologi Sosial Universitas Khairun, Ternate.

Ihwal Sang Penulis / 

Yanuardi Syukur

Nuun. Jangan dipendam. Jangan sembunyikan. Berbagilah kabar. Berkirimlah karya. Layangkan ke editorcantik[at]gmail[dot]com, untuk disyiar di laman kita.


Sila berbagi tanggapan

Alamat email Anda takkan dipublikasikan. Ada tanda pada bagian yang wajib diisi *

Kabar Berita

Login

Latest Tweets

Agenda LITERASI

  • juara-lomba-esai-aku-dan-flp2

    Pengumuman Pemenang Lomba Esai Aku dan FLP 2016

    1 menit baca | Bismillahirrahmanirrahim Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT alhamdulillah  telah terpilih pemenang lomba esai “Aku dan FLP 2016”. Berikut ini adalah nama-nama pemenang, berikut link tulisan mereka dan hadiah yang akan mereka dapatkan dalam Lomba ini.   JUARA 1 Sayekti Ardiyani (https://boemisayekti.wordpress.com/2016/09/27/dari-novel-flp-hingga-skripsi/) Mendapatkan uang tunai Rp 750.000,- + piagam + paket…

  • creative-writing-contest

    Daftar Peserta Lomba Menulis: Aku dan FLP

    2 menit baca | Bismillahirrahmanirrahim … Berikut ini adalah daftar peserta  Lomba Menulis: Aku dan FLP.  InsyaAllah panitia akan terus memperbaharui daftar peserta hingga selesai masa tenggat waktu pengumpulan naskah, yaitu tanggal 30 Oktober 2016, pukul 23.59 WIB. Jangan sampai ketinggalan ya.  Informasi lomba bisa dibaca Lomba Menulis “Aku dan FLP”.  Terima kasih. CATATAN:  Jika…

  • talkshow-menulis-flp-wilayah-lampung-2016

    Bagi Kamu Generasi Muda Lampung! Mari Sambut Seruan “Lampung Menulis, Terbitkan Karya Berseri!”

    1 menit baca | JAKARTA, FLP.or.id — Bandar Lampung adalah ibu kota provinsi Lampung. Ia dikenal sebagai Kota Tapis Berseri. Slogannya terpampang di atas gapura kota: Tertib, Aman, Patuh, Iman, Sejahtera, serta Bersih, Sehat, Rapih, dan Indah. Mengusung tema “Lampung Menulis, Terbitkan Karya Berseri!”, Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Lampung akan menyelenggarakan Talk Show Menulis…