Berita

Catatan Silaturahmi Media Islam dengan MUI (1): Dibuka dengan Konferensi Pers Kasus Ahok

2 menit baca |

Forum Lingkar Pena (FLP) mendapatkan kehormatan sebagai salah satu undangan Silaturahmi Media Islam dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tema “Sinergi MUI dan Media Islam: Penguatan Islam Wasthiyah” berlangsung pada Kamis 2 Februari 2017 di Lantai 4 Kantor MUI Pusat Jalan Proklamasi, Jakarta yang diwakili oleh Yanuardi Syukur (Divisi Karya BPP FLP).

Kegiatan ini dimulai dengan konferensi pers terkait sikap Ahok dan Tim Pengacaranya dalam persidangan ke-8 (31 Januari 2017) yang dianggap tidak mengindahkan nilai-nilai kesantunan kepada seorang ulama dan panutan umat Islam.Dalam persidangan kasus penistaan agama tersebut, Ketua Umum MUI Pusat KH.Ma’ruf Amin dipanggil sebagai saksi namun kesaksiannya ditolak, dianggap palsu, dan berencana dilaporkan ke kepolisian. Resistensi yang besar dari umat Islam kemudian membuat Ahok dan tim pengacaranya meminta maaf di media massa.

Akan tetapi, MUI sebagai lembaga tetap mengeluarkan pernyataan sikap terkait hal tersebut yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum, Drs. H. Zainut Tauhid Saadi, M.Si dan Wakil Sekretaris Jenderal, Dr. Amirsyah Tambunan pada 2 Februari 2017.

Dalam pernyataan sikapnya, MUI menjelaskan sebagai berikut:

Mencermati proses persidangan ke-8 tanggal 31 Januari 2017 perkara penodaan agama di Pengadian Negeri Jakarta Utara yang persidangannya dilaksanakan di Kementerian Pertanian RI Jalan HR. Harsono Jakarta Selatan, dengan menghadirkan saksi Dr. KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia yang akan menerangkan proses penerbitan Pendapat dan Sikap Keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diterbitkan tanggal 11 Oktober 2016, maka dengan bertawakkal kepada Allah kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bahwa dalam proses persidangan perkara a quo, Tim Pengacara terdakwa (Basuki Tjahaja Purnama) alias Ahok telah memperlakukan saksi dengan tidak mengindahkan nilai-nilai etika dan kesantunan, mengingat saksi adalah seorang ulama yang menjadi panutan umat Islam Indonesia.
  2. Bahwa Tim Pengacara terdakwa maupun terdakwa sendiri tidak fokus pada substansi materi yang diterangkan oleh saksi, sehingga Tim Pengacara dalam menggali informasi dari saksi cenderung mengaitkan dengan hal-hal yang tidak terkait dan tidak pantas.
  3. Bahwa Tim Pengacara terdakwa cenderung menekan dan melecehkan kebenaran keterangan saksi, sehingga saksi diposisikan sebagai pemberi keterangan palsu.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka dengan ini Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Menyesalkan terjadinya tidak diindahkannya nilai-nilai etika, dan kehormatan lembaga peradilan dalam proses persidangan perkara a quo.
  2. Menyesalkan sikap Tim Pengacara terdakwa maupun terdakwa terhadap saksi (Dr. KH. Ma’ruf Amin) yang telah memberikan keterangan dalam persidangan perkara a quo yang cenderung menekan dan melecehkan kebenaran keterangan saksi dengan sikap yang arogan dan tidak santun serta tidak mengindahkan nilai-nilai kehormatan lembaga peradilan.
  3. Meminta kepada Komisi Yudisial Republik Indonesia untuk menegakkan kode etik lembaga peradilan dalam pemeriksaan perkara a quo.
  4. Meminta Mahkamah Agung RI, Kejaksaan Agung untuk lebih mengintensifkan pemantauan dan pengawasan proses persidangan perkara a quo, sehingga seluruh persidangan berjalan sesuai peraturan perundang-undangan dan etika persidangan.

Demikianlah penyataan sikap ini kami sampaikan untuk mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh Zainut Tauhid Saadi. Ketika ditanya oleh wartawan apakah MUI akan melaporkan Ahok? Saadi menjawab, “MUI belum dalam posisi mengadukan Ahok.Namun, seharusnya pihak-pihak yang berwenang menindaklanjuti kasus ini.Ini menjadi persoalan publik, bukan saja Kiyai Ma’ruf atau MUI.”

Adapun kehadiran KH Ma’ruf Amin pada persidangan tersebut, lanjut Saadi, adalah bentuk komitmen beliau dan penghormatan terhadap hukum. *

*Yanuardi SyukurPengurus FLP Pusat Penerima Beastudi Etos Dompet Dhuafa 2001-2003

Ihwal Sang Penulis / 

Yanuardi Syukur

Nuun. Jangan dipendam. Jangan sembunyikan. Berbagilah kabar. Berkirimlah karya. Layangkan ke editorcantik[at]gmail[dot]com, untuk disyiar di laman kita.



Sayap-Sayap Rahmah
Buku Ketiga dari Seri Sayap Sakinah
Karya Duet Afifah Afra dan Riawani Elyta
Harga 50,000
Order ke: 0819 04715 58


Novel "Meja Bundar"
Karya @hendraveejay & @elmanohara
Pesan via LINE: bitread_id
Pesan via Whatsapp:
0838-9079-0002, 0823-2006-3397


Klik Gambar untuk Memperbesar




Latest Tweets

Kabar Berita

Login

Agenda LITERASI

  • DCIM100GOPRO

    Munas ke-4 Forum Lingkar Pena, Menjaga Identitas Bangsa di Era Digital

    2 menit baca | BANDUNG, FLP.or.id – Seiring dengan perkembangan zaman, penulis sebagai bagian dari masyarakat yang melek literasi terus ditantang untuk berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Apalagi pada era digital seperti sekarang ini, tantangannya semakin besar. Terlebih lagi, hingga saat ini Bangsa Indonesia masih tergolong sebagai negara dengan minat baca yang masih rendah sehingga…

  • kisah-mister-flp-kaskus

    Kolaborasi FLP dan Kaskus Creator Akan Bahas Penulisan Kisah Misteri

    tak sampai 1 menit baca | Forum Lingkar Pena (FLP) mengadakan kolaborasi dengan salah satu kegiatan rutin KASKUS Creator, yaitu KOPDAR KASKUS Creator. Hadir sebagai pembicara dari FLP adalah penulis Koko Nata. Ajang kopi darat itu biasa diisi sharing perihal dunia tulis-menulis. Di sana, peserta kopdar dapat berdiskusi seputar tips dan teknik menulis. KOPDAR KASKUS…

  • workshop-kepenulisan-flp-munas-4

    Kamu Mau (Makin) Bisa Nulis Travel Writing, Cerita Humor, Puisi, dan Skenario? Workshop Kepenulisan Munas ke-4 FLP Ini Layak Kamu Ikuti

    1 menit baca | Apakah kamu pecinta jalan-jalan, penikmat komedi, peminat puisi, atau penyuka film yang ingin merasakan ‘nikmat’nya jadi produsen karya? Jika iya, maka agenda awal November 2017 ini niscaya sayang untuk dilewatkan. Terutama bagi kamu yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Dalam rangka pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IV Forum Lingkar Pena (FLP), panitia…


Peringkat Alexa